Senin, 20 Juni 2011

Hari Kamis 5 Mei 2011


Turuti Dan Bertobat
Wahyu 3 : 3
Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu
Orang-orang kudus dan pelayan Jemaat Sardis harus membayar pengorbanan yang tidak terhitung untuk mendengar dan memelihara Injil air dan Roh. Karena itu Tuhan mengingatkan supaya mereka tidak kehilangan iman mereka kepada Injil air dan Roh yang sangat berharga ini, Injil yang sudah diperoleh dengan pengorbanan yang demikian banyak dan bahkan dengan hidup mereka sendiri. Orang-orang percaya harus dengan jelas menunjukkan iman mereka dan perbuatannya kepada Jahweh dengan berpegang teguh kepada Injil keselamatan sempurna dari air dan Roh ini.
Mereka yang sudah diselamatkan harus ingat bagaimana mereka ketika pertama kali mendengar dan percaya kepada Injil air dan Roh, menjalani kehidupan yang penuh syukur atas anugerah keselamatan. Orang-orang kudus yang dilahirkan kembali serta hamba Jahweh harus selalu ingat akan betapa agung dan indahnya Injil yang mereka terima dari Jahweh itu. Kalau tidak, mereka kemudian akan tergolong kepada orang-orang bodoh, yang tidak tahu saat Tuhan akan datang kembali ke dunia ini.
Tidak sedikit orang yang terjebak dalam kegiatan gereja yang tidak berdaya guna menjadikan Bapa berkenan kepada mereka. Kegiatan-kegiatan tersebut serupa dengan yang dilakukan oleh berbagai agama di dunia, misalnya bazar amal, berbagai jenis perlombaan, sampai kegiatan yang kelihatannya sangat rohani seperti pekerjaan misi. Kegiatan-kegiatan ini bukannya tidak boleh dilakukan atau salah, tetapi apabila tidak disertai dengan pertumbuhan rohani yang berarti, di mana seseorang semakin dikenan Bapa di Surga, maka iblis pun tidak merasa perlu bersusah payah menghalangi orang Kristen melakukan berbagai kegiatan tersebut. Akan tetapi iblis akan sangat terganggu dan akan berusaha keras menghalangi kalau seorang anak Tuhan bertumbuh menjadi pribadi yang dikenan Bapa.
Setiap umat percaya ingin mengarah kepada Allah, tetapnya nyatanya kita mengarah kepada dunia. Celakanya kita begitu yakin telah hidup benar. Sesama kita telah melihat bahwa arah dan cara hidup kita tidaklah benar. Karena itu kita sering membangun berbagai pembenaran diri saat kita menerima teguran atau kritik dari orang-orang sekitar kita. Padahal semakin kita membuat pembenaran diri, arah kaki ziarah iman kita semakin melenceng dari kebenaran. Sehingga pada akhirnya kita akan berupaya membenarkan setiap perbuatan kita yang melenceng. Sikap pembenaran diri tidak pernah mampu membenarkan kebenaran dan kehendak Allah. Sebaliknya dengan sikap pembenaran diri tersebut semakin membuktikan bahwa kehidupan kita telah sesat.
Sikap pertobatan merupakan suatu proses yang akan dialami oleh setiap umat percaya. Sehingga sikap pertobatan tidak pernah selesai. Walaupun demikian esensi dari setiap pertobatan adalah progresivitas, yaitu harus selalu maju dan berkembang. Selama kita masih berupaya bertobat terus-menerus di tahap awal, maka kita tidak akan pernah mengalami kemajuan rohani. Pola kerohanian yang demikian tidak akan pernah mungkin untuk menghasilkan buah. Pada saatnya Allah akan memotong pohon kehidupan kita, karena kita tidak pernah menggunakan setiap kesempatan yang telah dianugerahkan Allah dengan penuh tanggungjawab. Jika demikian air hidup dari Kristus juga tidak tersedia setiap saat. Ketika kita sengaja mengabaikan tawaran dan undangan dari Allah, maka kita akan kehilangan kesempatan yang berharga itu. Yang mana sikap pengabaian tersebut terjadi karena kita terlalu sibuk dengan kehausan untuk menikmati air dunia ini.

Hari Rabu 4 Mei 2011


Rumah Allah
Kejadian 28 : 17
Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.
Janji berkat dan penyataan diri Allah di Betel tersebut sebenarnya ditempatkan dalam konteks Yakub yang harus melarikan diri dari rumah ayahnya (Kej. 27:43). Yakub saat itu dikejar oleh Esau kakaknya, karena dia telah merebut hak kesulungan dengan cara yang licik. Dengan demikian janji berkat dan penyataan diri Allah tersebut seharusnya tidak layak diterima oleh Yakub. Masakan Allah yang kudus memberikan berkat dan menyatakan diriNya kepada seorang penipu, yang licik dan menghalalkan segala macam cara? Bagaimana mungkin Allah mendirikan rumahNya di Betel untuk menaungi seorang yang buruk kelakuannya seperti Yakub? Tetapi kasih-karunia Allah tidak ditentukan oleh seberapa besar kekurangan dan kelemahan umatNya. Betel sebagai rumah Allah justru dipakai Tuhan untuk mengundang orang-orang berdosa dalam perjanjian keselamatanNya.  Bahkan melalui Yakub, Allah berkenan menjadikan dia sebagai leluhur yang kelak melahirkan Mesias, yaitu Yesus Kristus. Yang mana melalui Kristus, umat manusia diperkenankan berjalan naik menuju tangga keselamatan Allah. Melalui hidup Kristus, terbukalah akses dan pintu gerbang surgawi.
Ketika TUHAN menemukan pribadi yang akan dibangunnya yang meresponi atau mewujudkan kehendakNya maka TUHAN akan mempersiapkan orang tersebut. Demikian dengan Yakub, Tuhan tidak hanya berbicara satu kali tentang jati diri yang baru bagi Yakub. Kejadian 35:1-15, perikop ini bercerita tentang Yakub kembali ke Betel karena perintah Tuhan dimana sebelumnya Yakub bergulat dengan Pribadi itu, dan diayat 10 dikatakan: Firman Allah kepadanya: "Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu." Maka Allah menamai dia Israel. Kata ‘Israel= he will rule as God= hidup dalam hukum Tuhan’, artinya dia berlaku atau bertindak sama seperti otoritas yang ada dalam TUHAN.
Jadi ukurannya adalah Tuhan. Kenapa Tuhan dua kali menyampaikan kepada Yakub bahwa namanya tidak lagi Yakub melainkan Israel karena begitu pentingnya kita hidup dan bergerak dengan jati diri yang baru karena adanya perkataan atau kata profetik yang menjadi bagian diri kita. Ini tidak hanya sekedar nama atau nama simbolis tetapi kata nama saja tapi sesuai nama yang diberikan itulah ‘Israel’ bertindak dalam hidupnya. Hari-hari Yakub ada dalam perkataanNya. Namanya ada dalam waktu sekarang dan dalam waktu didepan.
Lalu, apa hubungan nama dengan membangun Rumah? Mari kita lihat Matius 16:13-, “….Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi”. Nama yang disebutkan oleh murid adalah nama yang baik-baik tapi dalam membangun rumah tidak cukup yang baik-baik. Membangun Rumah Tuhan harus sesuai disain Tuhan. Ayat selanjutnya, Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Jadi bagaimana membangun rumah? Petrus mengetahui apa yang BAPA mau! Dalam Matius 16 ini Yesus juga mengganti nama Simon menjadi Petrus sebab Yesus menarukan kata-kata profetik atas nama itu karena Petrus yang artinya batu karang. Jadi membangun Rumah kita harus mengalami jati diri yang baru sebab membangun Rumah tidak dengan keinginan kita, tidak dengan jati diri kita yang lama tapi kehidupan yang sudah diubahkan oleh TUHAN.

Hari Selasa 3 Mei 2011


Karya Keselamatan
1 Raja-raja 18 : 37
Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.
Ketika kita ada dalam satu persimpangan jalan dan memerlukan jawaban, janganlah kita mencari jawaban dari manusia, yang belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan. Bahkan Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak mengandalkan manusia dan kekuatannya (Yer 17:5-6).tesy of PelitaHidup.comJawaban yang kita peroleh dari hikmat dunia ini bahkan bisa membawa kita kepada kehancuran. Tidak ada jawaban lain yang bisa kita andalkan selain jawaban dari Yesus.
Tapi seringkali kita justru mempertanyakan kuasa Tuhan, apakah benar Tuhan akan memberi jawaban bagi kita, apakah benar matanya sedang tertuju kepada masalah kita, apakah benar Dia akan menolong kita tepat pada waktunya, sebagaimana Tuhan menjawab Elia tepat pada waktunya.
Kita harus tahu bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup. Dia tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri. Dia tidak akan membiarkan umatNya jatuh sampai tergeletak.
Sepanjang hidupNya, dengan jelas dan berulangkali Yesus menegaskan siapa pribadi Tuhan, Bapa di Surga. Berkali-kali pula Yesus dalam sikap dan pribadiNya secara langsung maupun tidak langsung menegaskan ke-Tuhan-an diriNya. Hari ini Yesus menegaskan kembali bahwa Dia datang ke dunia ini untuk menggenapi berbagai janji yang telah difirmankan dalam kitab-kitab Taurat. Yesus membuka lembaran baru yang menutup Perjanjian Lama Tuhan dengan manusia, perjanjian yang senantiasa merujuk pada pribadi Yesus, Sang Mesias. Setelah menggenapi Perjanjian Lama seperti tertera dalam Kitab Taurat Yesus membuka lembaran baru Perjanjian Baru antara Allah dengan manusia.
Bangsa Israel harus ditunjukkan mukjizat melalui Nabi Elia untuk dapat percaya pada Tuhan Allah, baiklah kiranya kita juga berkaca dalam hidup kita sehari-hari untuk dapat menyadari karya dan mukjizat yang telah diberikan Tuhan dalam hidup kita untuk menguatkan iman kita padaNya. Senantiasalah bersyukur padaNya, jangan nihilkan karya dan penyertaanNya dalam hidup kita.

Hari Senin 2 Mei 2011


Gentar Pada FirmanNya
Yesaya 66 : 2
Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku
Jika kita melihat burung, maka hati kita merenungkan kehidupan dari burung itu. Dari sudut pandang manusia, seseorang harus bekerja barulah ia makan. Itulah hukum yang berlaku bagi manusia. Tetapi ada hukum lain yang mengatur kehidupan di alam semesta ini. Ada mahluk yang tidak bekerja tetapi mereka makan. Itulah burung! Burung tidak menanam seperti manusia menanam padi. Ia tidak bekerja untuk menjaga agar padi yang ditanam itu terus bertumbuh. Tetapi tatkala padi itu sudah siap di tuai, bukan hanya manusia yang menuai. Burung pun ikut ambil bagian di dalamnya.
Itulah keberadaan Allah sebagai Bapa di dalam kehidupan mahluk di alam semesta ini. Ia sebagai Bapa, bertugas untuk memberi makan semua mahluk ciptaannya. Jika pun manusia menghidari para burung itu dari hasil panen mereka, Allah telah menummbuhkan tumbuhan berbiji bagi makanan para  burung tersebut.
Di mata TUHAN, yang paling menyenangkan hati adalah orang yang gentar kepada firman-Nya dan bergantung penuh kepada-Nya. TUHAN tidak berkenan kepada korban dari orang yang hidupnya penuh dengan segala kejahatan. Terhadap orang semacam itu, TUHAN akan bertindak sewenang-wenang karena kesewenang-wenangan mereka yang jahat dan kesesatan mereka. Mereka sungguh-sungguh tidak mendengarkan TUHAN. TUHAN tahu bahwa orang yang menghormati Dia akan dikucilkan oleh mereka yang tidak menghormati Dia. TUHAN memberitahu bahwa mereka akan mendapat malu. TUHAN memperbarui Yerusalem dengan memberkati mereka secara berkelimpahan. Bukan itu saja, TUHAN juga mengutus orang-orang dari antara mereka yang terluput kepada bangsa-bangsa lain agar bangsa-bangsa yang belum pernah mendengar tentang kemuliaan TUHAN bisa mendengar hal itu, sehingga banyak bangsa yang akan dibawa kepada TUHAN, dan mereka pun juga akan diambil TUHAN untuk melayani Dia.

Hari Minggu Quasimodogeniti, 1 Mei 2011


Kristus Adalah Tuhan
Yohanes 21 : 1 – 14
Suatu waktu murid-murid Tuhan pergi menangkap ikan tetapi malam itu mereka tidak berhasil mendapatkan apa-apa. “Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.” Yohanes 21:5-6. Yesus menyuruh murid-murid menebar jala di sebelah kanan perahu, mereka taat melakukan perintah Yesus. Seandainya mereka menebar jala di sebelah kiri, di belakang atau di depan perahu mereka, tentu mereka tidak mengalami keberhasilan. Tapi karena mereka taat melakukan sesuai perintah Tuhan, maka mereka mendapat berkat yang besar.
Orang yang frustrasi dan merasa gagal dalam hidup, tugas dan panggilan pada umumnya tak bergairah hidupnya dan kemudian hidup dan bekerja seenaknya sendiri, menurut kemauan sendiri, kembali ke cara bekerja sesuai selera hatinya sendiri. Demikianlah yang terjadi dengan para rasul: sebelum mereka mengikuti Yesus pekerjaan mereka adalah mencari ikan sebagai penjala ikan, maka ketika mereka ditinggalkan oleh Yesus, Guru dan Tuhan mereka, yang wafat di kayu salib mereka merasa kehilanga pegangan atau pedoman hidup. Mereka kecewa, frustrasi, maka untuk menutupinya atau mengisi kekecewaannya mereka kembali ke pekerjaan semula : "Aku pergi menangkap ikan." , demikian kata Petrus dan teman-temannnya pun bergabung dengannya. Namun, meskipun mereka penjala ikan, pandai menangkap ikan, semalaman bekerja tidak memperoleh apa-apa. Tetapi ketika mereka menebarkan jala atas perintah Tuhan mereka memperoleh hasil luar biasa. Maka belajar dari pengalaman para rasul ini marilah kita mawas diri: apakah kita hidup dan bekerja menurut selera sendiri, seenaknya sendiri atau menurut cara masing-masing ataukah sesuai dengan aturan atau tatanan yang berlaku. Jika kita mau atau menghendaki berhasil atau sukses dalam hidup dan bekerja hendaklah mentaati dan setia pada tatanan atau aturan yang berlaku atau sesuai dengan visi-misi hidup bersama. Di jalanan hendaknya mentaati aturan lalu lintas, di kantor mentaati peraturan kepegawaian yang berlaku, di rumah hidup saling mengasihi sebagaimana pernah dijanjikan(ingat janji perkawinan).
Saudara, pada waktu Petrus tahu salah, dia menyesal, lalu dia bertobat. Bulan lalu saya bicara agar kita tidak boleh hanya menyesal tapi kita juga harus bertobat. Apa langkah pertobatan Petrus? Petrus tidak meninggalkan kelompok murid-murid Tuhan Yesus, sehingga ketika Tuhan ada di tengah-tengah mereka, Dia memulihkan dan mengembalikan kepercayaan kepada Petrus. Kalau Saudara saat ini sedang diproses, dibentuk, sedang mengalami sesuatu yang begitu berat dalam hidup Saudara, saya mau ingatkan: jangan pernah tinggalkan Tuhan Yesus, jangan tinggalkan keluarga Saudara, jangan tinggalkan kelompok-kelompok Saudara, jangan tinggalkan gereja di mana Saudara beribadah!
Setiap manusia yang hidup di muka bumi ini tidak luput dari pergumulan hidup. Pergumulan hidup manusia bisa saja berupa kesusahan, penderitaan, sakit penyakit dan lain sebagainya. Pemazmur dalam kesesakannya bertanya: “Dari manakah akan datang pertolonganku?” Namun pada ayat selanjutnya ia berkata: “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” Banyak orang mencari pertolongan ke tempat-tempat yang dianggap keramat, mereka mencari pertolongan di luar Tuhan. Tetapi sebagai umatNya, kita tentu hanya berharap pada pertolongan Tuhan.

Jamita Epistel Minggu XI Dung Trinitatis - 31 Agustus 2025

Jesus Kristus Manguluhon Hita Ro Di Salelenglelengna (Yesus Kristus Pemimpin Yang Kekal) Poda 25: 2 – 6     1.      Huria ni Tuhan...