Senin, 06 April 2026

Jamita Evangelium PASKAH II (Parningotam Ari Haheheon Ni Tuhan Jesus) – 6 April 2026

DIPAHEHE DEBATA ANGKA NA MATE  

Tuhan Membangkitkan Orang Mati  

Jesaya 26: 17 – 19

 

a.           Huria ni Tuhanta na hinaholongan dibagasan Jesus Kristus.Ia Jesaya bindu 26 on ima angka ende na paboahon hamonangan. Berengon do Jesaya on paboahon hamonangan ni Debata. Dibayanghon do dison Tuhan na diusung songon Raja na naung monang sian parporangan. Diusung do mamongoti Huta Jerusalem jala diolopolophon songon Raja na marhuaso di Sion. Bangso Israel ima bangso na marsada ditoru ni huaso ni Debata songon Raja di nasida. Pangaramotion ni Debata na sai hilalahon nasida dibagasan ngolu nasida siganup ari. Dihhilalahon nasida do pangaramotion ni Debata di pardalanan di halongonan.  Debata do partogi di nasida jala na gabe parlinggoman. Uju di roro musu bangso sileban nasida, Debata do mangalinggomi nasida. Dihaposi nasida do ngolunasida tu Debata, asa dame na sumurung i do na asai hilalaon nasida. Na masa on ma na boolas mambahen nasida bangso Israel na marhagogoan dibagasan Tuhan. Molo margogo hita marhaporseaon jala marpangkirimon tu Tuhan i, tung aha pe na masa dibagasan ngolunta, sai hot do hilalaonta dame na sumurung i na sian Tuhan i.

b.          Ada tiga hal yang tidak diketahui oleh manusia tentang kematian, yaitu kapan kita mati, bagaimana kita mati, dan di mana kita mati. Seringkali kita menghindar ketika mempercakapkan tentang kematian kita atau kematian orang-orang yang kita kasihi. Tetapi satu hal yang kita ketahui dalam iman  adalah  bahwa kematian bukanlah akhir dari dari segala-galanya. Kematian justru adalah awal dari kehidupan yang baru. Sebuah biji yang jatuh ke tanah, ia akan bertumbuh dan memberi buah. Yesus disalib dan mati, sehingga berbuah untuk keselamatan manusia.

c.            Sebagai orang percaya, kita beriman bahwa  ketika kita hidup dalam Tuhan, maka hidup kita tidak akan berakhir dalam kesia-siaan. Karena ada jaminan kebangkitan dari antara orang mati. Inilah yang ditegaskan melalui nubuatan nabi Yesaya yang menjadi renungan buat kita hari ini. Firman Tuhan ini menegaskan bahwa hidup kita tidak berakhir pada kebinasaan atau kematian tetapi hidup kita akan beralih karena Tuhan akan membangkitkan kita dari antara orang mati. Orang-orang mati akan hidup oleh kuasa Tuhan, bahkan dikatakan: “Orang-orang dikubur akan hidup untuk bersorak-sorai bagi Tuhan.” Artinya, hidup orang-orang percaya tidak akan berakhir pada kematian tetapi akan dibangkitkan dan mengalami kemuliaan Tuhan.

d.          Susana Pusan Hayward adalah bintang film top pada tahun 60-an. Pernah ia berperan sebagai wanita yang kena kanker otak dan bergumul dengan maut sambil merintih, "Aku ingin hidup!" Pernah pula ia berperan sebagai seorang napi yang kena vonis hukuman mati, lalu meronta dan berteriak-teriak, "Aku ingin hidup!" Mengharukan bahwa ternyata akhirnya ia sendiri kena penyakit kanker otak dan di akhir hidupnya ia pun berteriak, "Aku ingin hidup!" Buku biografinya mengabadikan teriakan itu sebagai judul, yaitu: I want to live! Bukan hanya Susan Hayward, melainkan kita semua pun ingin hidup. Buktinya kita segera meloncat ke pinggir kalau melihat sebuah bis akan menyeruduk. Sebenarnya bukan hanya ingin hidup, tetapi kita pun ingin mempertahankan hidup. Korban-korban kapal yang tenggelam sela-ma empat hari empat malam berpegang kepada papan melawan gelombang laut. Untuk apa? Untuk mempertahankan hidup. Orang masuk rumah sakit, dibedah, disinar, diinfus, dan sebagainya. Untuk apa? Untuk memperpanjang hidup.

e.           Kita ingin hidup. Tiap hari Minggu kita pun mengucapkan pengakuan iman: "... dan hidup yang kekal". Apa artinya? Banyak orang mengira bahwa hidup yang kekal adalah hidup sesudah meninggal dunia yang sifatnya baka. Tetapi menurut Tuhan Yesus, "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yoh. 17:3). Apa artinya "mengenal Engkau" dan "mengenal Yesus Kristus"? Dalam Alkitab kata "mengenal" bukan digunakan dalam arti menge-tahui, seperti kita mengenal Pak RT. Di Alkitab "mengenal" berarti mempunyai hubungan yang khusus dan akrab. Jadi, hidup kekal adalah hidup dalam persekutuan yang benar dengan Tuhan. Sebagai konsekwensi logisnya, itu pun harus berarti hidup dalam persekutuan yang benar dengan orang lain.

f.              Karena itu, hidup kekal bukan pertama-tama menekankan pan-jangnya waktu, melainkan mutu dan isinya hidup. Hidup yang kekal berarti hidup yang sejati atau hidup yang bermutu. Dari keempat ki-tab Injil, yang paling menekankan hal itu adalah Injil Yohanes. Lamar Williamson dalam buku Preaching the Gospel of John menulis, "The life John is interested in is not primarily biological, nor is eternal life only chronological. For John life (zoe) is relational and qualitative. It signifies an intimate knowledge of God, available only through knowing Jesus Christ, God's only son, and it issues in abundant living." Bilamana hidup yang sejati itu bisa terlaksana? Bukan nanti ka-lau sudah mati. Melainkan mulai dari sekarang ini, selagi kita berada di dunia ini. Di dalam Yohanes 14:7, Yesus berkata, "Sekarang ini ka-mu mengenal Dia."

g.           Mengapa sejak sekarang ini hidup yang bermutu itu sudah dapat dimulai? Karena hidup yang seperti itu terdapat dalam Yesus Kristus. Kristuslah yang memberi hidup itu. la berkata, "Akulah hidup." Oleh peristiwa Paskah, pemberian-Nya itu menjadi berlaku. Dengan demikian, hidup kita mempunyai tujuan yang sangat berharga: Hidup untuk Tuhan dan hidup untuk orang lain, sebagai-mana juga Tuhan hidup untuk kita dan orang lain hidup untuk kita. Itulah tujuan hidup: Untuk saling hidup! Kalau itu tujuan hidup, bukankah kita jadi bersemangat, dan hidup ini menjadi patut dihidupi atau worth living? Bukankah kita pun jadi ingin berteriak, "Aku ingin hidup!" Bahkan, kalau hidup begitu berharga - walaupun banyak luka dan bisanya - bukankah kita juga ingin hidup penuh semangat juang seperti Chairil Anwar: Luka dan bisa kubawa berlari – Berlari- Hingga hilang pedih perih Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi!! Aku Mau Hidup Seribu Tahun Lagi! |

h.          Untuk itu, marilah kita hidup dalam kesetiaan melayani Tuhan. Kita tidak tahu sampai kapan kita memperoleh kesempatan untuk menghirup udara di dunia ini. Kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan dan bagaimana akhir hidup kita. Yang kita tahu dari renungan hari ini adalah, kita harus mengupayakan agar hidup kita senantiasa memberi buah bagi sesama. Amin.

Jamita Evangelium PASKAH II (Parningotam Ari Haheheon Ni Tuhan Jesus) – 6 April 2026

DIPAHEHE DEBATA ANGKA NA MATE   Tuhan Membangkitkan Orang Mati   Jesaya 26: 17 – 19   a.            Huria ni Tuhanta na hinaholong...