Minggu, 11 Juli 2010

Renungan Hari Rabu, 9 Juni 2010

Menanti Tuhan
Mazmur 145 : 15 – 16
Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya; Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup
Tuhan memiliki kedaulatan (kekuasaan tertinggi) untuk memberikan maupun untuk tidak memberikan apa yang kita minta.Walaupun kita terus-menerus berdoa kepada-Nya, Ia tidak akan mengabulkan permintaan kita bila permintaan tersebut tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Ia berhak untuk mencurahkan berkat-Nya dan Ia berhak pula untuk menahan berkat-Nya. Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita, sehingga Ia tidak selalu bertindak sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Tuhan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya sendiri. Kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan. Kita akan semakin mudah menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan bila kita semakin dekat mengenal pribadi-Nya. Tuhan berkenan kepada orang yang takut akan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang meninggikan Tuhan, menghargai karya Tuhan, dan memashyurkan nama Tuhan karena segala kebaikan-Nya. Tuhan pasti mendengar dan menjawab doa orang yang takut akan Tuhan, karena orang yang takut akan Tuhan tidak akan berdoa semata-mata dengan berlandaskan keegoisan dirinya (145:19).

Tuhan akan melaksanakan kehendak orang yang takut akan Dia. Jangan memaksa Tuhan bila doa kita tidak atau belum dijawab oleh Tuhan. Sebaliknya, evaluasilah motivasi dan kehendak diri kita sendiri, apakah kita sudah berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan. Penyesuaian kehendak kita dengan kehendak Tuhan hanya dapat tercapai dengan menjalin hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan!
Gambaran Tuhan tidak akan pernah selesai jika diungkapkan dengan kata-kata manusia. Ia jauh lebih besar/luas dari pada yg dapat kita pikirkan dan gambarkan tentang Dia. Wawasan kita telalu dangkal untuk melukiskan Tuhan di dalam pengungkapan kata-kata. Bagaikan seekor ikan (yang besar sekalipun) di tengah-tengah samudra yg luas, yg tidak mungkin menelan seluruh air laut. Demikian pula dengan kita yg tidak mungkin menguasai pemahaman tentang Tuhan dalam kebesaran-Nya. Kita adalah ciptaan-Nya. Pujian kita kepada-Nya berkumandang berdasarkan kebaikan dan kemurahan kekuasaan-Nya atas kita. Dengan segala keterbatasan, kita akui kedaulatan dan kekuasaan-Nya atas kita. Kita mengagungkan nama-Nya supaya orang lainpun yg mendengarkannya dapat mengakui hal yg sama. ‘Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan, dan biarlah segala mahluk memuji nama-Nya yg kudus untuk seterusnya dan selamanya

Renungan Hari Selasa, 8 Juni 2010

Rancangan Dan rencana Allah
Yeremia 29 : 11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan
Allah menghendaki kita menjadi kawan sekerja tim denganNya dalam melaksanakan rancangan yang Ia sudah tetapkan. Sebuah tim, jika bekerja sama, akan membawa hasil yang sempurna. Usaha kita sendiri, akan sia-sia karena kita hanyalah manusia fana yang memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan dan setiap saat mudah jatuh dalam jurang pencobaan dan kebinasaan. Kristus berkata, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:5b).
Meskipun kita tidak dapat berjalan sendiri, tetapi Allah sendirilah yang menawarkan suatu pekerjaan bagi kita, untuk meraih rancangan damai sejahtera yang Ia sudah buat. Bukankah ini menakjubkan? Kesehatan, kebahagiaan rumah tangga, kedamaian dan kesejahteraan hidup bukanlah hal yang mustahil kita kecapi jika kita sendiri melakukan hal-hal yang menunjang kita untuk mendapatkannya; dan Allah, sumber kekuatan, akan menyertai langkah kita dalam menghidupkan prinsip-prinsip hidup yang sehat, rajin dalam usaha dan penuh kasih pada keluarga dan sesama.
jika saudara mengarahkan iman kepada Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan takut dan gentar maka saudara akan memiliki masa depan yang cerah. Tuhan tidak pernah memberi rancangan kecelakaan kepada umatnya. Tuhan memberi rancangan yang indah dan masa depan yang penuh harapan.
Sungguh indah rencana Allah dan tidak mungkin Ia realisasikan sepihak tanpa bekerjasama dengan penerimanya. Meski rencanaNya terganggu oleh si Penggoda, Iblis, musuh Allah yang jahat, namun Ia tetap memberikan jalan bagi kita untuk mendapatkan kesempatan mengecapi rancanganNya. Tidak ada rejeki yang belebihi rancangan Allah yang sesungguhnya bagi kita, suatu tempat tinggal penuh damai dan sejahtera yang sesungguhnya di tanah yang akan diberikan bagi umat yang setia kepadaNya.

Renungan Hari Senin, 7 Juni 2010

Tuhan Andalanku
Yeremia 17 : 7
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Daud tahu bahwa mengandalkan manusia itu adalah sia-sia belaka. Ia berkata "Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia. Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita." (Mazmur 60:13-14). Itu bentuk gaya hidup Daud yang ternyata berkenan bagi Tuhan. Dan ketika ia berperang, ia selalu memperoleh kemenangan. Bukan karena kehebatannya, tapi karena "TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang." (2 Samuel 8:6b,14b). Itu kunci kemenangan Daud. Kunci yang sama berlaku pada tokoh-tokoh alkitab lainnya. Daniel dikatakan memiliki kepintaran, kearifan dan segala kelebihan lainnya bukan karena kehebatannya sendiri, namun jelas dikatakan karena "ia mempunyai roh yang luar biasa" di dalam dirinya. (Daniel 6:3).
Ketaatannya bahkan menyelamatkannya dari maut di kandang singa. Yusuf? Setali tiga uang. Meski terus menghadapi pergumulan dan penderitaan, namun di balik itu semua ia mendapatkan berbagai keberhasilan. Bukan karena kebetulan beruntung, bukan karena kehebatannya, tapi dikatakan karena Tuhan menyertai Yusuf. Ini dikatakan berkali-kali seperti misalnya dalam Kejadian 39:2 yang berbunyi "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." Itu baru sebagian kecil dari banyaknya tokoh yang telah membuktikan bagaimana dahsyatnya jika kita hidup bersama dengan Tuhan. Kita boleh masuk ke dalam pergumulan dan peperangan, namun Tuhan menjanjikan kita bukan untuk kalah melainkan untuk mencapai kemenangan demi kemenangan. Dan kuncinya adalah dengan mengandalkan Tuhan secara penuh.

Ada dua hal yang harus kita lakukan untuk memperoleh berkat Tuhan menurut ayat ini, yaitu mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan hanya kepada Tuhan. Ada banyak orang yang ingin diberkati tetapi tidak mengandalkan Tuhan. Mereka lebih mengandalkan kepintaran dan kehebatannya, akibatnya yang ada adalah kekecewaan demi kekecewaan. Orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri atau dengan kata lain mengandalkan manusia akan senantiasa hidup dalam kutuk.

Renungan Hari Minggu I Setelah Trinitatis, 6 Juni 2010

Selalu Ingat Pada Tuhan
Ulangan 6 : 10 – 15


Apa yang terjadi pada bangsa Israel merupakan peringatan bagi kita hari ini. Seringkali manusia mendekat kepada Tuhan ketika sedang mengalami penderitaan. Tapi setelah berada dalam keadaan baik dan berkecukupan, Tuhan pun begitu gampang dilupakan. Padahal tidakkah semua itu kita dapatkan sebagai berkat dari Tuhan? Bukankah tanpa Tuhan kita bukan apa-apa? Jika demikian mengapa kita tega melupakan Dia yang telah mengasihi kita dengan begitu besar? Mazmur Daud mengingatkan kita untuk selalu mengingat kebaikan Tuhan dalam hidup kita. "Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:1-2). Seperti kasih seorang bapa kepada anaknya, seperti itu pula kasih Tuhan yang tidak berkesudahan selalu menaungi kita. "Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia....kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya." (ay 13, 17-18).

Tapi seringkali kita terlena dengan urusan yang ada di bumi dan mengundur-undur untuk mencari Tuhan. Bekerja, melakukan aktivitas sehari-hari memang penting, tapi jangan sampai kita melupakan Tuhan. Jangan sampai kegiatan kita malah menjadi berhala bagi kita sendiri, dan kita melupakan Tuhan yang telah begitu baik memberikan segalanya bagi kita.
Ketika hari ini anda diberkati secara baik dalam kehidupan, keluarga dan pekerjaan, jangan pernah lupakan Tuhan. Tetaplah ingat kepada Tuhan yang telah memberikan itu semua. Puji dan sembah Dia, penuhi diri anda dengan ucapan syukur. Ingatlah selalu bahwa apa yang kita raih bukanlah semata-mata karena kerja keras atau hasil jerih payah kita sendiri, tetapi melalui berkat Tuhan yang turun melalui usaha kita. Tanpa Tuhan semua akan sia-sia. Jangan pernah lupakan kebaikanNya, jangan menjadi kacang yang lupa kulit, mari kita terus memuji dan menyembah Dia dengan segenap diri kita.


Renungan Hari Sabtu, 5 Juni 2010

Besarnya Kasih Allah
Yohanes 3 : 16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Allah hanya memiliki Anak yang Tunggal (only begotten Son), tapi Anak yang satu-satunya itu diutus sebagai misionari ke dalam dunia ini. Bulan ini adalah bulan misi, hati kita sering terharu mendengar banyak hamba-hamba Tuhan yang rela meninggalkan negeri asalnya menjadi misionari antar budaya maupun lintas budaya. Mereka telah mengorbankan segala-galanya untukmenjalankan misi yang mulia ini.Tetapi ingatkah kita bahwa jika Kristus tidak taat kehendak Allah dan menjadi misionari yang pertama, maka kita semua akan tetap tenggelam dalam dosa. Sebelum kita melakukan sesuatu bagi Tuhan, Dia terlebih dahulu menyatakan pengorbanan yang terbesar bagi kita dan yang tidak akan ada bandingannya dari kekal sampai kekal.
Anugerah yang diberikan ini bukan hanya untuk sekelompok orang tertentu saja, tapi berlaku untuk semua orang, seluruh bangsa tanpa terkecuali. Tuhan mengasihi semua manusia ciptaanNya tanpa memandang latar belakang atau keadaan kita. Dia mengasihi dan memberikan kasih karuniaNya bukan karena cantik, gagahnya kita, bukan karena status kita, kekayaan kita, kehebatan kita bahkan bukan pula karena perbuatan-perbuatan baik atau usaha kita. Sebuah kasih karunia bukanlah berbentuk imbalan atau balas jasa. Firman Tuhan berkata: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9). Keselamatan itu kita peroleh semata-mata karena anugerah Tuhan, bukan karena jasa atau usaha manusia. Tuhan rela memberikan diriNya sendiri demi keselamatan kita.

Ketika mengharapkan manusia untuk menolong dan memberi tanpa mengharapkan imbalan sangat langka, Tuhan Sang Pencipta kita ternyata rela memberikan itu. Dan itu disebut sebagai anugerah, kasih karunia. Sebuah anugerah bukan lagi anugerah ketika diberikan dengan mengharapkan imbalan. Bukan kasih karunia namanya jika pemberian didasarkan atas jerih payah atau hasil usaha kita. Manusia yang terus berbuat dosa dari masa ke masa sesungguhnya tidak layak untuk memperoleh keselamatan. Tapi ternyata di mata Tuhan manusia begitu berharga. Seperti yang sering saya sebutkan, we are His masterpiece. Kita diciptakan menurut gambar dan rupaNya sendiri (Kejadian 1:26) dan tetap berada di ruang mataNya (Yesaya 49:16). Begitu besarnya kasih Allah kepada kita semua, hingga AnakNya yang tunggal pun Dia berikan sebagai kasih karunia, semata-mata agar tidak satupun diantara kita yang binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kamis, 03 Juni 2010

Renungan Hari Jumat, 4 Juni 2010

Melihat Keselamatan
Lukas 3 : 6
Dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
Kita menjadi benar, karena dibenarkan oleh TUHAN YESUS yang menebus kita dan menghapus segala dosa kita. Setelah kita dibenarkan, bukan berarti perjalanan iman kita sudah selesai. Itu justru baru langkah awal. Pertobatan yang tidak diikuti dengan hidup di dalam tuntunan Firman TUHAN dan ROH KUDUS tidak akan membawa kita ke Sorga. Memiliki hubungan yang erat dengan TUHAN, yaitu selalu dituntun Firman dan ROH KUDUS itu yang disebut saleh. Pada zaman gereja TUHAN yang berdiri setelah hari Pentakosta, ROH KUDUS berdiam di dalam hati orang-orang percaya.
Apa yang seharusnya menjadi fokus kita? Hidup kekal. Bukan berarti kita tidak berhak menikmati berkat jasmani. Mengejar berkat jasmani, kita tidak akan menerima kepuasan. Itu hanya membuat banyak orang bekerja dengan ambisi, sampai-sampai tega sodok sana sodok sini untuk amankan posisi. Akibatnya rekan sekerja dikorbankan demi kepuasan pribadi. Setelah sampai di posisi tinggi, ternyata kepuasan tidak didapat juga. Pilihan yang jauh lebih menguntungkan adalah: bila mata rohani yang terfokus pada hidup kekal, ada bonus hidup kelimpahan.

Sekalipun kita jenuh dan merasa begitu terbiasa dengan segala kebaikan yang sudah kita miliki, saya rasa semua akan setuju kalau saya katakan betapa bodohnya dia yang mau meninggalkan kebaikan itu. Setiap orang pasti akan setuju dengan nasihat untuk tetap teguh dengan apa yang anak tadi miliki, bahkan lakukan lebih lagi untuk mengalami kenaikan tingkat lagi dalam hidupnya.
Itulah yang Tuhan mau ingatkan kepada kita. Mengapa harus melepaskan keselamatan dan tidak menghargainya hanya karena kita merasa jenuh dan merasa terlalu banyak batasan yang Tuhan berikan? Justru sebaliknya, semakin teguhlah dan berakar kuat dalam Tuhan agar batas itu terus naik dan berkembang, sampai satu waktu kita akan melihat betapa besarnya kekayaan yang kita miliki dalam Tuhan itu. Dan betapa beruntungnya kita yang ada dalam pagar keselamatan itu.
Dengan mata hati atau mata rohani yang terang, kita akan mampu melihat keselamatan yang telah disediakan TUHAN bagi orang-orang yang benar dan saleh. Keselamatan yang memimpin kita ke Sorga itu yang membuat hati kita benar-benar puas.

Renungan Hari Kamis, 3 Juni 2010

Bersama Tuhan Tidak Takut
Yesaya 44: 8
Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!
Kita perhatikan bagaimana TUHAN YESUS selalu berkata: "Damai sejahtera..." dalam setiap perjumpaan dengan murid-murid-NYA setelah kebangkitan-NYA. Arti kata "Damai Sejahtera" ini merupakan hal yang sangat penting. Setelah TUHAN bangkit dari kematian-NYA, DIA menunjukkan bahwa barang siapa yang percaya kepada-NYA sudah diperdamaikan kembali dengan ALLAH. Dengan mengerti hal ini TUHAN YESUS mau supaya kita selalu memiliki damai sejahtera dalam hidup ini dalam keadaan apapun. TUHAN YESUS mau supaya kita tidak lagi mengalami ketakutan seperti yang dialami murid-murid-NYA dahulu.
Hal yang paling menakutkan adalah pada saat merasa bahwa kita belum diperdamaikan dengan ALLAH. Tetapi orang yang benar-benar beriman kepada kuasa kebangkitan TUHAN YESUS, pasti tidak akan takut oleh apapun juga, sekalipun harus menghadapi kematian. Yang belum diperdamaikan dengan ALLAH BAPA pasti akan takut karena tanpa sadar manusia memiliki pikiran akan menghadap ALLAH setelah kematiannya nanti.

Manusia yang belum diperdamaikan dengan ALLAH sama dengan masih dilumuri oleh noda dan dosa. Dan orang yang demikian pasti akan mengalami ketakutan karena hukuman-hukuman apa yang akan diterima sebagai akibat dari dosanya akan segera dialaminya. Akan berbeda jika kita sudah menerima pengampunan dosa sehingga kita diperdamaikan kembali dengan ALLAH, sehingga penghukuman tidak lagi berlaku atas kita. Sebaliknya yang berkuasa atas diri kita adalah TUHAN YESUS yang sudah menyediakan pengampunan dan mengubah setiap orang yang beriman kepada-NYA menjadi anak-anak ALLAH.
Anak-anak ALLAH adalah mereka yang sudah diampuni dari dosa dan hidupnya dibenarkan oleh penebusan dosa yang dilakukan TUHAN YESUS di kayu salib. Kita menjadi manusia yang layak untuk menghadap ALLAH, baik selama masih hidup di bumi dalam doa maupun setelah kematian kita di dalam Kerajaan Sorga.
Oleh sebab itu jadilah kuat!. Sebab orang-orang kuatlah yang siap menghadapi pertempuran. Pilihan ada ditangan kita apakah menjadi orang yang lemah atau orang yang kuat, kuat didalam Tuhan tentunya. Orang-orang yang lemah akan menjadi bulan-bulanan Iblis, sementara orang-orang yang kuat akan menjadi pemenang bahkan lebih dari pada pemenang.

Renungan Hari Rabu, 2 Juni 2010

Berharga
Yesaya 43: 4

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.
Ketika penghargaan menjadi kebutuhan. Dalam sebuah kemitraan, jika tidak ada saling menghargai maka tentu akan sangat sukar untuk dipertahankan. Hubungan antara umat Tuhan dengan Tuhan , adalah seperti hubungan suami-isteri, bahkan lebih dari itu. Ketika berada di Tanah Pembuangan, umat Tuhan seperti sedang dijauhi oleh Tuhan. Tapi, syukurlah bahwa suasana beku itu akan segera menjadi cair, sebab Tuhan bersedia mengembalikan mereka ke tanah airnya sendiri. Tindakan ini menjadi bukti nyata bahwa selama ini Tuhan tidak berubah, tetap menganggap umatnya cukup berharga di mataNya. Hal ini dapat memunculkan percaya diri, semangat baru dan sukacita besar di hati umat Tuhan dalam menyongsong masa depan mereka.
kita itu sangat berharga di mata Yesus Kristus, sekalipun kita jatuh dan tersesat, Yesus Kristus tetap menunggu kita balik dan kita sangat berharga, karena saking berharganya kita, Yesus Kristus sampai rela turun ke dunia untuk menebus segala dosa kita bahkan rela mati di kayu salib. Kadang tanpa kita sadari kita tidak menghargai karya penebusanNya, kita kerap kali sibuk dengan segala urusan kita… kita kerap tidak punya waktu sedikitpun untukNya. kadang kita mempergunakan waktu dan hidup kita dengan sia-sia untuk keinginan daging dan hawa nafsu kita semata, dan (mungkin) Yesus Kristus yang melihat hal tsb akan menangis.. dan Yesus Kristus terus memanggil kita untuk kembali kepadaNya… karena kita sangat berharga dimataNya dan karena kita biji mata kepunyaanNya maka kita jangan mau terintimidasi oleh akal licik Iblis.

Dan pengorbanan Yesus ini bukan hanya ditujukan kepada orang-orang tertentu saja, tetapi kepada semua orang. Semua orang tanpa terkecuali adalah berharga dimata Tuhan. Setiap orang punya kedudukan dan peranannya masing-masing. Apapun pandangan orang terhadap mereka yang dianggap berbeda atau mereka yang memiliki kekurangan, sesungguhnya mereka penting di hadapan Allah. Oleh Allah mereka diterima dan menjadi bagian penting dalam rencana Allah yaitu untuk mewujudkan karya pemulihan bagi dunia ini.
Karena hubungan kita dengan Allah sudah dipulihkan, maka kita pun dipanggil untuk berperanserta dalam karya pemulihan Allah dengan sesama dan alam, karena sesama dan alam juga berharga dan dikasihi oleh Allah .Tuhan tidak membeda-bedakan anakNya berdasarkan kondisi fisik, ganteng atau tidak, pintar atau tidak dan sebagainya. Penggalan ayat dalam Yesaya hari ini menjadi buktinya. "Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau.." (Yesaya 43:4a). Itulah pandangan Allah terhadap kita. Kita berharga di mataNya, kita mulia dalam pandanganNya, dan Dia sangat mengasihi kita.

Renungan Hari Selasa, 01 Juni 2010

Rencana Allah Tak Terhalangi
Roma 4: 21b
Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
Makna berpegang teguh kepada janji Allah pada masa kini makin tidak mudah. Selaku bangsa dan umat manusia saat ini kita telah menghadapi permasalahan hidup yang serba global dan makin kompleks seperti: fakta pemanasan global, rusaknya lingkungan hidup, makin terbatasnya sumber enersi bumi, meledaknya jumlah penduduk, makin tingginya tingkat kemiskinan, rusaknya komunikasi yang makin mempertebal dinding pembatas suku, agama dan ras.
Pada masa kini kita semua makin berada dalam ketidakpastian hidup, umat yang makin mengerang kesakitan, putus-asa, mengalami depresi, sekarat dan bunuh-diri. Seandainya kita membiarkan diri dipengaruhi dan diseret oleh berbagai peristiwa yang sedang terjadi, maka siapapun juga akan runtuh imannya. Karena itu kita membutuhkan iman yang semakin matang, “otonom” (mandiri) dan berkualitas sehingga kita mampu berdiri tegak di tengah-tengah pergolakan hidup. Kuncinya adalah kita tetap memiliki relasi dan komunikasi yang semakin intim dengan Tuhan di tengah-tengah permasalahan yang sedang terjadi.
Sehingga dengan persekutuan yang intim bersama Tuhan tersebut akan memampukan kita untuk tetap berpegang teguh kepada janji-janjiNya. Karena kita percaya bahwa Tuhan Yesus akan menyertai dan memampukan kita untuk melewati berbagai kesulitan, pergumulan dan krisis dalam kehidupan ini. Dan pada saatNya yaitu pada kedatangan Kristus yang terakhir, Tuhan Yesus akan membaharui seluruh kehidupan yaitu “langit dan bumi yang baru”. Jika demikian, apakah kehidupan kita senantiasa berfokus kepada Kristus selaku pengendali jalannya sejarah? Kalau hidup kita telah terarah dan berfokus kepada Kristus, maka kita tidak boleh membiarkan diri dipengaruhi oleh berbagai peristiwa yang menyedihkan dan mengecewakan khususnya ketika harapan-harapan atau keinginan kita tidak terpenuhi. Kita perlu terus berpegang teguh kepada janji-janji Tuhan yang memiliki masa dan waktu yang tepat bagi kita


Jika kita mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh, kita pasti mengerti bahwa antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru terdapat hubungan yang saling berkaitan, yaitu berupa nubuatan yang pasti akan digenapi (benar-benar terjadi). Hal ini terjadi karena pengarang dari Alkitab adalah satu pribadi, yaitu ROH KUDUS. Tetapi untuk menuliskan Firman yang dikehendaki ALLAH, ROH KUDUS menggunakan manusia dengan cara memberikan pewahyuan.
ALLAH memang merencanakan hal ini supaya semua manusia, baik yang hidup di masa lalu, maupun pada jaman ini yang tidak mengalami masa Perjanjian Lama, dapat mengerti seluruh rencana ALLAH. Karena itu jika seseorang tidak mengerti Firman ALLAH yang dituliskan dalam Alkitab, dia tidak akan mengetahui rencana ALLAH tentang keselamatan bagi dirinya. Hal ini tidak boleh diremehkan, sebab tanpa kita mengerti rencana keselamatan ALLAH maka kita tidak akan pernah dapat masuk ke dalam keselamatan yang sudah disediakan ALLAH bagi manusia, sehingga sia-sialah ibadah kita. Ibadah yang tidak didasari pada pengertian jalur kebenaran ALLAH hanya menghasilkan ibadah yang bersandar pada tradisi yang dibuat oleh manusia saja. Dan hal demikian tentu tidak berkenan bagi ALLAH, sebab DIA ingin segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana, kehendak dan aturan-NYA, bukan kehendak dan aturan manusia.

Renungan Hari Senin, 31 Mei 2010

Hikmat Dan Pengetahuan Allah
Roma 11 : 33
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya.
Dari segala masa, kematian Yesus Kristus merupakan pengorbanan terbesar, suatu penyataan kasih yang tidak terukur dalamnya. Oleh karena itu, memperlakukan Yesus sekedar sebagai manusia dalam arti makhluk ciptaan merupakan suatu penghujatan. Gagal dalam menyelaraskan kehidupan kita dengan ajaran-ajaran-NYA akan berarti kehilangan kehidupan itu sendiri.
Sebaliknya, apabila Yesus Kristus bukan Allah, melainkan makhluk ciptaan yang lebih rendah derajatnya, kita hanya akan merasa berterima kasih atas kehidupan, kematian, dan pengajaran-NYA, tetapi kita tidak akan menyembah Dia sebagai Allah. Bila kita menganggap Dia makhluk ciptaan Allah, lalu kita menyembah Dia sebagai Allah, itu merupakan suatu kesalahan yang sangat besar. Mengapa? Karena dengan demikian kita menjadikan Dia berhala yang menempati kedudukan Allah. Alkitab dengan tegas menentang penyembahan berhala. Allah mengatakan bahwa Ia tidak akan memberikan kemuliaan-NYA kepada yang lain, dan bahwa tidak ada Allah lain selain Dia, dan bahwa kita harus menyembah Dia saja. Jadi persoalannya, Yesus betul-betul Allah atau Ia bukan Allah. Percaya kepada Dia sebagai yang lain-lainnya merupakan suatu bentuk penghujatan, suatu penyembahan berhala.

Pembahasan seperti ini dapat menjadi sangat rumit, bergantung pada ajaran apa yang telah diterima seseorang. Berbagai argumentasi dapat dikemukakan untuk mendukung ataupun menentang keilahian Kristus. Misalnya, jika seseorang telah diajari bahwa Allah adalah satu Pribadi dan bahwa Yesus Kristus adalah makhluk ciptaan, maka dalam membaca Alkitab untuk pertama kalinya, ia dapat menemukan ayat-ayat yang kelihatannya mendukung pandangan tersebut. Sebaliknya, apabila seseorang telah diajari bahwa Allah adalah Yang Mahatinggi, sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan bahwa Anak melepaskan kesetaraan-NYA dengan Allah untuk menjadi manusia di dalam pribadi Yesus Kristus.
da banyak hal di dunia ini yang tidak dapat dipahami oleh alam pikiran manusia. Oleh karenanya, jangan heran kalau kita tidak dapat memahami sepenuhnya tentang bagaimana Allah menciptakan dunia.
Jika Allah tidak mewahyukan hal ini kepada kita, kita tidak akan pernah tahu bahwa ada tiga pribadi dalam satu Allah. Allah mewahyukan kepada kita kebenaran yang intim dari diri-Nya karena Dia mengasihi kita dan karena Dia ingin supaya kita melalui iman dan pembaptisan, mendapat keakraban yang mendalam dengan ketiga pribadi.



Rabu, 02 Juni 2010

Renungan epistel Minggu Trinitatis, 30 Mei 2010

Meninggikan Nama Tuhan
Mazmur 57 : 1-4
Mazmur 57 ditulis saat Daud bersembunyi di gua untuk menghindari kejaran Saul yang ingin membunuhnya. Saul adalah Raja Israel yang pertama, tetapi iri hati dan kedengkiannya terhadap Daud telah menjerumuskannya ke dalam tindakan-tindakan amat tercela. Saul, dalam bagian ini keadaannya sedang menurun. Hubungannya dengan Allah merenggang. Hal inilah yang menyebabkan kemundurannya. Lambat atau cepat, ia pasti akan mengalami kejatuhan. Di dalam diri Daud, Saul melihat saingan anaknya (putra mahkota). Karena Saul melihat kemenangan-kemenangan yang dicapai Daud dan sambutan rakyat terhadap Daud: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa (berpuluh-puluh ribu)". Setiap kali Saul berusaha untuk menjatuhkan Daud, ia tidak berhasil. Akibatnya, Saul semakin membenci Daud. Saul iri hati karena Daud lebih dihargai orang-orang. Daud tidak mencari kemuliaan sendiri, tetapi kemuliaan Allah. Maka Allah memberinya kekuatan dalam hidupnya; tanpa kebencian dan iri hati. Daud memulai hidupnya sebagai anak gembala, kemudian ia menjadi penghibur istana, lalu menjadi pejuang, dan setelah itu ia menjdi raja, menggantikan Saul.
Saat itu Daud telah kehilangan banyak hal; istri, saudara, sahabat, juga kedudukan. Namun, Daud tidak kehilangan harta yang terindah, yaitu Tuhan. Sebetulnya, Raja Saul menyuruh Daud membunuh orang Filistin itu cuma alasan saja. Hati Raja Saul yang diliputi rasa iri kepada Daud, menghendaki Daud mati dibunuh oleh orang Filistin. Tapi Tuhan menyertai Daud; ia berhasil membunuh orang-orang Filistin. Bukan hanya 100 orang, melainkan 200 orang. Maka Raja Saul terpaksa memberikan Mikhal, puterinya, kepada Daud untuk dijadikan istri Daud. Karena menghormati Tuhan, Daud tidak melawan Saul, walaupun ia sanggup mengalahkannya. Daud adalah pribadi yang tepat untuk kita jadikan contoh. Walaupun ia tidak berbuat salah namun Saul sangat benci kepadanya dan ingin membunuhnya. Namun Daud tidak pernah membenci Saul. Bahkan ketika ada kesempatan baginya untuk membunuh Saul, Daud tidak melakukannya. Malah ia menasihati Saul dengan lembut. Itu dapat kita lihat pada I Samuel 24:10-12. Jika kita ingin orang yang berbuat salah berubah dari perbuatannya dan berbalik dari jalannya yang salah maka kita harus menegurnya dengan kasih, bukan dengan amarah atau dengan kebencian. Sebelum kita mengajak dia untuk hidup benar dalam Kristus maka kita harus menunjukkan terlebih dahulu kasih Kristus yang benar yaitu dengan cara menegurnya dalam kasih, Jika kita bisa melakukannya maka masalah yang baru yaitu pertengkaran tidak akan terjadi, dan orang yang kita tegur tersebut kemungkinan besar akan berubah.
Dan kerinduannya adalah bagaimana agar Tuhan ditinggikan dan dimuliakan. Ini yang membuat Daud tidak membunuh Saul walaupun kesempatan sudah di depan mata (1 Samuel 24:1-23). Sebaliknya, Daud dengan setia menunggu Tuhan menggenapi janji-Nya, pada waktu-Nya. Demikianlah Tuhan dipermuliakan di dalam hidup Daud.
Akankah tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan—studi, pekerjaan, dan sebagainya, membuat kita tak sabar dan ingin mundur? Apabila keadaan tengah tidak menyenangkan, biarlah kita coba merenungkan kembali janji-janji Tuhan. Minta Dia menguatkan dan menjaga kita, sehingga tiap keputusan yang kita buat tidak menyeret kita ke dalam hal-hal buruk. Dan biarlah kita tetap taat agar nama-Nya dimuliakan.

Renungan Hari Minggu Trinitatis, 30 Mei 2010

Menyaksikan Kuasa Tritunggal Allah
Lukas 12 : 1-12
Dahulu 12 rasul itulah yang disebut murid-murid Yesus. Mereka ini juga sahabat-sahabatNya. Tapi sekarang ini, kita juga adalah murid-muridNya dan juga sahabat-sahabatNya. Jadi pengajaran itu juga ditujukan untuk kita. Kita harus mau menerima pengajaran tersebut. Di ayat ini Tuhan memperingatkan agar kita waspada terhadap kemunafikan. Jangan seperti orang-orang farisi, yang hanya bersih di bagian luar saja. Tetapi bagian dalamnya (bagian dalam itu adalah hati) kotor.
Peringatan ini dimaksudkan agar kita tidak hanya membereskan bagian luar dari hidup kita. Misalnya dari luar kita tampak alim tapi di hati kita penuh dengan kejahatan. Kejahatan di sini bukan hanya hal-hal yang besar seperti di TV, pembunuhan, perampokan, dsb. Kejahatan itu sebenarnya adalah suatu tindakan yang berfokus untuk kesenangan diri sendiri yang mengorbankan orang lain. Jadi hal kecil pun, bisa menjadi kejahatan. Misalnya, kalau yang lagi kuliah, titip absen. Titip absen itu jahat loh… Orang tua kita sudah membiayai kuliah kita yang tidak sedikit biayanya. Tapi demi menuruti kesenangan kita, kita bolos, titip absen. Ini kan tindakan yang berfokus untuk kesenangan diri sendiri, dengan mengorbankan sesuatu yang telah diberikan ortu.
Agar kita tidak hidup munafik, kita memerlukan suatu keterbukaan. Tapi keterbukaan ini juga harus PAKAI HIKMAT. Jadi tidak asal terbuka. Kalau asal-asalan terbuka, bukan malah jadi berkat, kita malah bisa kena batunya. Sebelum terbuka, juga sebaiknya kita doa dulu. Minta Tuhan jamah hati orang yang akan kita ajak bicara. Apabila ada konsekuensi yang harus kita tanggung, ya kita harus bertanggung jawab. Tuhan bisa mengampuni dosa-dosa kita, tetapi konsekuensi perbuatan kita itu, tetep harus kita tanggung. Jadi untuk kedepannya, berhati-hatilah sebelum menentukan keputusan. Kekuasaan terbesar yang Tuhan berikan kepada manusia adalah kekuasaan untuk menentukan pilihan, keputusan.

Penghalang keterbukaan ini biasanya adalah TAKUT AKAN MANUSIA. Lalu apa yang Tuhan ajarkan kepada sahabat-sahabatNya tentang takut akan manusia? (ayat 4). Apakah jalan keluar bagi orang yang takut akan manusia? (ayat 5). Tentang takut akan manusia, Tuhan mengajarkan agar kita jangan takut akan manusia. Manusia dapat membunuh kita, tapi setelah itu, tidak dapat melakukan apa-apa lagi. Manusia bisa menghakimi kita di dunia ini, tetapi tidak setelah kita meninggal nanti. Jalan keluar untuk mengatasi halangan keterbukaan ini adalah dengan takut akan Tuhan. Tuhan punya kuasa untuk mengambil nyawa kita, dan mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka.
Murtad berarti menyangkal Yesus Kristus setelah mengecap karunia Sorgawi. Tidak mungkin orang yang didalam hatinya berdiam Roh Kudus, mengutuki Allah, tetapi setelah Roh Kudus pergi meninggal-kan dia! Jadi orang yang yang berdosa kepada Roh Kudus adalah orang yang pernah memiliki Roh Kudus di dalam hatinya, kemudian murtad, sehingga Roh Kudus pergi meninggalkan dia. I Korintus 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.
Kenapa tidak bisa diampuni? Dimana letak masalahnya? Apakah Allah yang tidak mau mengampuni? Ibrani 6:4-6 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. Jadi menurut Alkitab, bukan karena Allah tidak mau mengampuni, tetapi karena TIDAK BISA atau TIDAK MUNGKIN DIBAHARUI LAGI !
Dosa kepada Roh Kudus bukanlah dosa yang tiba-tiba dapat dilakukan, tetapi merupakan dosa yang berlangsung secara bertahap dan melalui proses yang cukup lama. Orang itu berkali-kali mendukakan Roh Kudus, tidak mau mendengarkan suara Roh Kudus, tetap berbuat dosa sehingga hati nuraninya menjadi tumpul, hingga akhirnya murtad. Pada saat ini lah Roh Kudus meninggalkan dia !!
Roh Kudus itu sangat lemah lembut, Allah Roh Kudus itu tidak bisa marah. Yesus Kristus bisa marah, Allah Bapa bisa marah, tapi Roh Kudus tidak pernah marah, karena Dia sangat lemah lembut! Bila kita berbuat dosa, Roh Kudus tidak akan marah, tetapi Dia akan berduka cita !! Apa bukti Roh Kudus sedang berduka, yaitu bila kita kehilangan suka cita. Bila Roh Kudus berduka karena kita berbuat dosa, maka roh kita juga tidak bisa bersuka cita.
Efesus 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
Karena Roh Kudus sangat lemah lembut, maka bila ada orang yang berdosa sampai menghujat Roh Kudus sehingga murtad, maka Dia adalah orang benar-benar sangat berdosa. Dosa menghujat Roh Kudus tidak terhapuskan, karena Roh Kudus yang ada dalam hati manusia adalah kasih karunia terbesar Allah Tritunggal kepada manusia, tidak ada yang lebih besar dari pada itu ! Nah bila ada yang menghujat Roh Kudus tidak ada lagi kasih karunia yang mampu memperbaharui orang itu !!
Biarlah kita senantiasa mau mendengar suara Roh Kudus yang ada di dalam hati kita masing-masing. Jangan ada seorangpun diantara kita yang melakukan dosa yang demikian. Allah itu tidak jauh saudara-saudara, Allah ada di dalam hati kita, Allah Roh Kudus ada dalam hati kita !!
Pada masa kini kiranya jarang terjadi umat beriman mati karena imannya. Sebagaimana umat beriman kita mimiliki tugas menghayati jiwa kemartiran, maka marilah kita mawas diri sejauh mana kita setia pada panggilan untuk menjadi ‘martir’ masa kini. Kesetiaan pada iman, yang berarti hidup baik dan berbudi pekerti luhur, merupakan panggilan hidup kita masa kini. Marilah dalam cara hidup dan cara bertindak kita berpedoman pada motto ini: “jiwa lebih penting daripada tubuh, tubuh lebih penting daripada makanan dan pakaian, tubuh kita alias manusia lebih penting daripada binatang maupun tumbuh-tumbuhan serta barang atau harta benda”. Kami juga berharap kepada kita semua untuk tidak malu dan tidak takut mengakui dan menghayati jati diri yang benar, misalnya sebagai umat beragama berani mengakui agamanya serta menghayati ajaran utama dari agamanya dengan setia. Jiwa kemartiran masa kini juga dapat dihayati dengan setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing: suami-isteri setia saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit sampai mati, yang terpanggil menjadi imam, bruder atau suster setia menghayati panggilannya sampai mati. Hidup jujur dan tidak korupsi pada masa kini hemat saya juga merupakan bentuk penghayatan jiwa kemartiran, maka kami berharap para pegawai, pejabat, pemimpin dst, untuk hidup jujur dan tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun.
Maka hanya dengan ketulusan hati kita perlu membuka diri dan memurnikan hati, agar kita bisa melihat penyertaan Tuhan dalam hal yang sesederhana mungkin bahkan sering kitapun tidak menyadarinya. Seperti dalam perikop dikatakan bahwa rambut dikepala kitapun terhitung jumlahnya, tak ada satupun gugur tanpa sepengetahuanNya. Alangkah indahnya dicinta, alangkah nikmatnya berharga dimata Tuhan. Saat kita diserang rasa takut dan ragu, sebenarnya kita membutuhkan kasih dan perlindungan lebih dari biasanya. Semua yang kita takutkan, yang kita ragukan tidak ada artinya dibandingkan cinta Tuhan yang total pada kita. Alangkah indahnya dicinta, tidak ada lagi yang ditakutkan karena kita tidak sendiri.

Renungan Hari Sabtu, 29 Mei 2010

Roh Kudus Menuntun
Mazmur 143 : 10
Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!
Pentakosta dikenal sebagai peringatan akan turunnya Roh Kudus kepada para Rasul yang berkumpul di salah satu rumah di Yerusalem. Roh Kudus ini adalah utusan Bapa dalam Nama Yesus. Roh Kudus inilah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada-Mu dan mengingatkan kamu akan semua yang telah dikatakan Yesus kepada kamu.

Roh Kudus menolong dikala jalan kita buntu dan gagal.Roh kudus mengibur dikala kita berduka,bersedih dan dilukai.Roh Kudus membela dikala manusia membuat tuduhan dan dikala iblis mendakwa.Roh Kudus mendampingi anda dikala keseorangan,kesunyian atau ditinggalkan orang lain.Roh Kudus menasihati dikala anda berbuat salah atau tersandung dalam perjalanan hidup anda.Roh Kudus mendoakan/memohon dikala anda kehabisan bahan doa,tak tau berdoa dan tak dapat berdoa.Roh Kudus mendorong kita dikala lemah semangat atau putus asa.Roh Kudus memberikan tenaga dan kekuatan dikala anda lemah jasmani,lemah semangat dan lemah emosi. “Parakletos –Pendorong yang dipanggil untuk mendampingi adalah ‘Tujuh dalam satu’ dalam menyertai hidup anda.Yesus menujukan Penolong itu sebagai seorang peribadi iaitu “DIA” yakni Roh kebenaran.Dalam Yohanes 14:26,Yesus kali ini menyatakan Roh Kebenaran itu sebagai :“Penghibur,yaitu ROH KUDUS,yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu,Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu”

Satu hal yang kita sebagai manusia harus mengerti, yaitu kita kita akan pernah tahu tentang masa denpan kita bahkan satu detik di depan kita, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kita butuh bimbingan Tuhan.
Roh Kudus memberikan hikmat dan pengertian kepada kita saat kita se¬dang melayani Allah. Kadang-kadang kita berada di dalam situasi yang mem¬buat kita kehabisan akal seperti menghadapi jalan buntu. Dalam keadaan semacam itu, bila kita sungguh-sungguh bersandar kepada pertolongan Roh kudus, Roh Kudus bisa memberikan kepada kita hikmat yang khusus, sehing¬ga kita bisa mendapatkan jalan keluar yang terbaik yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Ingatlah bagaimana Tuhan Yesus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menjebak (Misalnya Markus 12:13-17). Ingatlah pula bagaimana Roh Kudus memberikan pengertian kepada Rasul Petrus un¬tuk mengenali kebohongan Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1-11).

Renungan Hari Jumat, 28 Mei 2010

Karunia Roh
1 Korintus 12:7
Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
Herb Vander Lugt berkata, “Dari kesaksian- kesaksian masa kini, masalah "Bahasa Lidah" sungguh membingungkan sehingga sulit untuk membuktikan ataupun menyangkal bahwa hal tersebut sungguh-sungguh suatu keajaiban bahasa di antara orang Kristen atau hanya sekedar gejala kejiwaan, hasil bawah sadar seseorang!” Suatu gejala lain yang menunjukkan bahwa "Bahasa Lidah" kini berbeda dengan yang di dalam Alkitab adalah bahwa "Bahasa Lidah" masa kini dapat diajarkan atau dipelajari, oleh orang yang menganggap diri "mahir" dalam hal tersebut! Sedangkan apabila kita meneliti Alkitab, tidak tercatat satu kalipun pernah terjadi bahwa orang yang berbahasa lidah itu belajar atau diajari, kalau demikian berarti bukan lagi karunia, melainkan hanya sekedar seperti pelajaran bahasa lain saja!
A.F. Ballenger berkata: “Barangsiapa yang mencari pernyataan Karunia Roh sebelum pernyataan buah Roh, menunjukkan bahwa ia dalam kondisi yang belum siap untuk dipercayakan Karunia tersebut. Orang yang mencari Karunia Mujijat sebelum kelemah lembutan, tidak akan diberikan karunia tersebut.

Bagi yang mengejar Karunia Bahasa Lidah, tetapi tidak dapat menahan diri, adalah tidak tepat diberikan karunia tersebut sebab satu lidah saja belum digunakannya dengan tepat. Orang yang menuntut Karunia Kesembuhan namun tidak memiliki kasih, sesungguhnya ia sendiri perlu disembuhkan terlebih dahulu." Bagaimanakah pandangan atau sikap kita seharusnya.? Sikap sebaiknya adalah "Seek not, forbid not" artinya "Jangan dicari, jangan dilarang". Bila tidak mendapat karunia bahasa Roh tidak perlu menuntut agar dapat karunia tersebut. Bila seseorang sungguh memperolehnya gunakan untuk membangun jemaat. Namun perlu disadari bahwa bahasa lidah diberikan pada orang tertentu oleh Roh Kudus sesuai kehendakNya (I Korintus 12:11) sehingga tidak semua orang dapat mengklaim dirinya memiliki karunia berbahasa lidah.
Yang terpenting bagaimana karunia-karunia yang kita peroleh dari Tuhan dipergunakan untuk kepentingan bersama dalam arti kita dimampukan menjadi berkat buat orang-orang disekitar kita. Amin.


Selasa, 25 Mei 2010

Renungan Hari Kamis, 27 Mei 2010

Aliran-Aliran Air Hidup
Yohanes 7 : 38
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.
Semua mahkluk hidup di dunia ini pasti memerlukan air sebagai sumber kehidupannya. Dalam tubuh manusia terdiri dari hampir 60% lebih terdiri dari air .Dan kalau saudara kekurangan air, maka akibatnya akan mengalami dehidrasi sampai menimbulkan kematian. Demikian halnya bila dalam hati kita Roh Kudus tidak bekerja. Jadi Roh Kudus lah yang menghidupkan saudara dan saya, jangan mengalami dehidrasi rohani, apa pengertian dehidrasi rohani? Adalah suatu keadaan dimana orang Kristen melakukan segala aktivitas termasuk aktivitas ibadah, tetapi tidak tidak ada karya Roh Kudus, demonstrasi Kuasa Roh Kudus, manifestasi Roh kudus sehingga hidup rohaninya kering kerontang.
Seringkali kerohanian kita mengalami kekeringan, jiwa kita terasa haus dan jika dibiarkan, kita pun bisa mengalami dehidrasi rohani, dimana kita kehilangan kepercayaan, kehilangan harapan, kehilangan motivasi dan semangat, yang kemudian digantikan oleh rasa khawatir, takut, was-was, ragu yang bisa membuat emosi kita labil sehingga kita kehilangan sukacita dalam hidup. Tapi jangan takut, dan lihatlah Tuhan itu luar biasa! Dia ingin mengingatkan kita semua hari ini bahwa Tuhan Yesus menyediakan mata air kehidupan yang akan mengalir tanpa henti dalam hidup setiap anak-anakNya, setiap orang percaya yang taat sepenuhnya kepadaNya.

Lihatlah apa kata Yesus pada perempuan Samaria. "Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." (Yohanes 4:10). Selanjutnya kita melihat janji Yesus tentang air kehidupan. "Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." (Yohanes 7:37-38). Lihatlah betapa baiknya Kristus sebagai gembala yang akan menuntun kita ke mata air kehidupan, dimana Allah akan menghapus air mata dari kita semua. (Wahyu 7:17). Dan betapa indahnya Yerusalem baru, dimana sungai air kehidupan yang jernih bagai kristal mengalir keluar dari tahta Kristus (Wahyu 22:1). Yang Tuhan Yesus rindukan adalah setiap kita mengerti dan memahami karya Roh Kudus sepenuhnya dalam kehidupan orang percaya.

Renungan Hari Rabu, 26 Mei 2010

Hati Yang Taat
Yeheskiel 36: 26
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
Bila kita membaca sejarah Bangsa Israel adalah bangsa yang suka bersungut-sungut dan memberontak kepada Tuhan. Walau mereka mendapat banyak kesempatan menyaksikan berbagai mujizat yang dilakukan Allah di depan mereka, hati mereka cepat berubah. Sedikit mengalami kesulitan, mereka langsung bersungut-sungut. Melihat bangsa-bangsa di sekitar menyembah Baal karena hasil pertanian yang baik, mereka ikut-ikutan menyembah dewa itu. Salah satu sebab mengapa mereka begitu cepat berubah setia adalah karena mereka belum memiliki hati yang diperbaharui Tuhan. Karena pentingnya hati yang diperbaharui, maka nabi Yehezkiel bernubuat: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan akan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (Yeh. 36:26).
Kalau kita menyerah kepada Allah, Dia akan membentuk kita. Walaupun kadang-kadang sakit karena melawan arus, melawan egoisme kita, tetapi kalau kita pasrah justru akan membuat kita bahagia. Yang membuat manusia tidak bahagia adalah egoismenya sendiri.

Bila kita menyerah kepada Tuhan demikian, maka Tuhan akan berkarya dan bekerja melalui Roh Kudus-Nya. Akan tetapi, jangan kaget kalau Tuhan mungkin melepaskan kita dari hal-hal yang kita senangi, yang kita cintai, dan yang kita miliki. Apabila kita rela melepaskan semua itu, kita akan mengalami buah Roh yang telah diuraikan tadi. Justru yang menghambat kita adalah hal yang tidak mau kita lepaskan, yang menyenangkan bagi kita namun belum tentu bagi Tuhan. Itulah akar segala penghalang dan penghambat masuknya Roh Kudus dalam kehidupan kita.
Oleh karena itu, mohonlah rahmat kepada Tuhan, mohonlah kekuatan iman untuk berani menyerahkan hidup kepada Tuhan. Yakinlah bahwa kita tahu kepada siapa kita percaya, yaitu kita percaya kepada Allah yang lebih dahulu mengasihi kita. Dan kalau Dia mengasihi kita, pastilah Dia tidak menghendaki yang jahat dari kita. Walaupun kadangkala yang dikehendaki-Nya itu menyakitkan kita tampakanya, tetapi itu untuk kesehatan rohani kita.


Renungan Hari Selasa, 25 Mei 2010

Perkataan Yang Menghidupkan
Yohanes 6 : 63

Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Setelah Yesus memberi pengajaran tentang Roti Hidup, banyak orang tergoncang. Perkataan-Nya terlalu keras. Banyak yang meninggalkan Dia. Para murid melihat bahwa perkataan keras itu menunjuk pada "hidup" yang jauh melampaui tingkat biologis belaka. Yesus menawarkan Diri-Nya bukan agar kita bisa berumur panjang, tetapi agar kita bisa sungguh merayakan kehidupan anugerah Tuhan ini. Hal yang sama diperlihatkan oleh Saulus. Setelah bertobat, dengan nama Paulus, ia pun digerakkan untuk mewartakan tawaran hidup yang jauh lebih dalam daripada sekadar hidup secara biologis. Lidia yang lumpuh disembuhkan, dan Dorkas/Tabita yang sudah mati dibangkitkan. Mereka diundang untuk tidak sekadar hidup, melainkan juga sungguh merayakan kehidupan.

Mungkin ada di antara saudara-saudari kita yang kurang bergairah dalam hidup, letih, lesu dan layu atau mungkin kita sendiri dalam keadaan demikian juga. Marilah kita percaya pada Penyelenggaraan Ilahi atau karya Tuhan dalam hidup kita sehari-hari, yang antara lain menganugerahkan kehidupan beserta segala sesuatu yang menyertai kita, yang kita miliki dan kuasai sampai saat ini. Mereka yang kurang bergairah, letih, lesu dan layu pada umumnya karena merasa kurang dikasihi atau diperhatikan, padahal jika dengan rendah hati berani mawas diri sebenarnya masing-masing dari kita telah menerima kasih dan perhatian Tuhan secara melimpah-ruah melalui orang-orang atau siapapun yang memperhatikan kita, menyentuh atau menyapa kita dalam berbagai kesempatan. Hendaknya disadari dan dihayati bahwa kita masih hidup, meskipun kurang bergairah, yang berarti Allah tetap mengasihi kita. Kami yakin jika kita dapat menghayati hidup kita saat ini apa adanya sebagai kasih karunia atau anugerah Allah, maka kita akan bergairah, gembira, dan ceria: cara hidup dan cara bertindak kita akan menarik, mempesona dan memikat orang lain karena kita senantiasa dalam keadaan ceria, gembira, penuh senyum

Senin, 24 Mei 2010

BAHAN SERMON PARHALADO, MINGGU TRINITATIS, 30 MEI 2010

MANGHATINDANGHON DEBATA SITOLUSADA
Ev. : Lukas 12 : 1 – 12 Ep. : Psalmen 57: 1 – 4
I. Patujolo
Di surat si Lukas do buku on dunghonsa manaek Jesus tu banuaginjang. Sian sude pamaritahon ni si Lukas di bukuna i, sada na arga situtu na boi putihonta i ma: Ia haluaon pinatupa ni Debata si bagasan Jesus Kristus, ndada holan turiturian boti, alai
tung na sintong masa do. Hakristenon i ndada holan marbona sian turiturian sambing, alai tung tangkas do marbona di haporseaon tu Jesus Kristus na ro sinuru ni Debata tu portibi on (Luk. 2: 1-2;3: 1; Ul.Ap. 24: 27; 25: 1). Dibahen i ia buku sinurat ni si Lukas on, i ma barita nauli napahothon haporseaon tu Jesus Kristus asa tongtong mahatopothon haluaon holan di bagasan Jesus sambing do.
Tung hasonangan ni si Lukas do perikop on, lapatanna hombar tu teori sumber ni sinopsis, sumber khusus do dipangke si Lukas di napatomutomu perikop on (sondergüt). Ala ni i molo tajaha dijolo ni turpuk on dipaborhat Tuhan Jesus do siseanna pitupulu halak (Luk.10:4), ingkon porlu sahat hata ni Debata asa ditangihon portibi on (Luk.10:16). Molo marhasil pe nasida (sukses) di ulaon i, unang sanga puas (ginjang rohana) Luk.10: 17-20. Hape kebutuhan nasida laho pasauthon ulaon pamaritahonon diparhatopot nasida tung tangiang do (Luk. 11: 1-3). Dipaingot Jesus do asa unang holan di duru ias, hape dibagasan gok pandoboon dohot hajahaton do: unang munafik, unang ma naeng dihormati halak songon Parise i. Jala molo tung ditogihon pe angka sisean i tu jolo ni induk dohot panggomgomi, unang holsoan nasida alani angka i, ai ajarhonon ni Tondi Parbadia i do tu nasida di na sangombas i na patut dohononmuna (Luk.12:12, 1 Pet.3:15)

II. Hatorangan
a) Sai maralo do hasintongan dohot pangansion (ay.1). Isarana na niasoman (ragi), pangansion ima sada pangalaho namansai buni alai manasak laho mangasomi sude panganan ditingkina. Mangadopi pangalaho pangansion na manosak i, ro do Tuhan Jesus laho mangajari angka siseanNa taringot tu parange na ingkon siparrohahoan nasida, ia hasintongan ndang adong na buni, na ingkon ungkap doi ditingkina. Hape pangansion i sai manabunihon jala pasidingkon hatigoran, jala mangalo angka hasintongan na patupa pandoboon (persekongkolan) dirohana. Tuhanta Jesus ndang dihalomohon na marpangansi (berpura-pura). Tajom do Tuhanta Jesus pasingothon angka siseanNa asa unang terpengaruh tu cara hidup ni halak Parise. Didok: Jaga ma hamu pasiding na niasoman na di angka Parise, ima pangansion i (ay. 1). Pangalo na marpangansi (Hata Gorik: hipokrisi) ima permainan merangkai angka hata laho manungkun dohot mangalusi di sada permainan do di mulana. Alai ujungna gabe marpardomuan tu ulaon akting. Manang marpangansi sarupa ma lapatanna marsandiwara. Dasor ni ulaon na marpangansi manang marsandiwara ima pangalaho na so polin jala ndang sian nasa bulus ni roha. Parugamaon ni halak Parise disibukkan angka ritual dohot mangkobasi angka hal na tetek bengek. Alai anggo impola ni haporseaon i ditadingkon.
b) Sai marusaha do Parise asa ias jala badia dirina (Ay.2-3). Asa Kesan di loloan na torop tung uli, alai di parbagasan ndang binoto. Parugamaon si songon on tongtong do masa sahat tu tingki on. Burju do marminggu, mangulahon angka patik, badia berengon, Hape angka topeng do. Religius idaon. Hape di balik ni i, angka koruptor, penindas, penipu, Parugamaon si songon i do na di kritik Jesus. Jotjot do hakristenonta gabe holan mangurusi masalah tetek bengek. Isarana, olo do angka punguan di huria repot jala ribut bahkan sega holan mamutushon baju dinas ni punguan i. Ido hakristenon i? Jotjot do tarimpu ndang adong na mamboto angka pangansionta. Angka hatanta nang ulaonta na tapandok manang na taulahon di nabuni. Hape, nangpe malo jolma manabunihon angka na busukna, jala samalomalona hita marpangansi, di sada tingki patar do luhutna. Ndang adong na hungkup, na so ungkap muse (ay.2). Lomoan do roha ni Jesus mida pardosa na jujur mangoku dosana sian halak na pura-pura mangulahon na denggan.
c) Umbiaran Ma Tu Tuhan Sian Tu Portibion (Ay.4-7). Godang do ancaman dohot tantangan laho manghatindangkon Jesus Kristus Tuhanta i. Boi do agoan jabatan, arta, ulaon, bahkan sahat tu na tarbunu angka na mangatindangkon manang gabe saksi Kristus. Alani borat dohot godang ni ancaman i, sipata nangpe taboto na sintong jala ingkon hatindangkononta Tuhan, gabe taparsoada Tuhan . Diarahon Tuhanta Jesus do asa unang mabiar hita mangatindangkon Ibana na sintong i. Ai surat ni Kristus do hamu, ninna si Paulus. Lapatanna ingkon patuduhononta do hita paboa si ihuthon Kristus. Ingkon Barani do hita mangatindangkon Jesus Krsistus si palua i di ngolunta on, nangpe borat resikona. Habiari hamu ma Ibana, na marhuaso mabunu huhut mandabuhon tu api na roko, Ibana ma habiari hamu (ay.5). Molo margogope portibion mangago hita, alai holan mangago di pardagingon do i. Anggo Tondinta di Debata do. Jala tu hangoluan salelenglelengna do hita molo satia manghatindanghon Jesus si Palua i. Tutu, marragam ancaman tangtangan dohot rintangan molo naeng sitindangi Kristus, manang molo naeng tigor ngolunta. Alai di lehon Tuhan do bagabagana tu hita, disarihon Tuhan i do hita di ragam ni hamaolon na taadopi. Gari amporik na so mararga i ndang hea lupa sian adopan ni Debata (ay.6). Hape, ummangat do hita sian amporik i. Asa ndang hea lupa Debata manarihon hita di angka hamaolon na taadopi. Manang ise na mangatindangkon Jesus i laos ido hatindangkononNa di adopan ni ni Debata. Alani tarjou do hita gabe halak Kristen tulen na tongtong gabe sitindangi Kristus nangpe ragam hamaolon taadopi.
d) Manghatindanghon Kristus (ay.8-10). Angka jolma na porsea sai hatindanghononna do Kristus marhite holong dohot hasintongan, saguru dipangajarion ni Tondi Parbadia i. Tondi Parbadia i do mangajari na porsea laho marbisuk manghatai dohot marpangalaho. Alai diangka na manulak pangajarion ni Tondi i, sai hata ni sibolis ma tangihononna (laho manjehehon, laho manggunturi, tahitahi parjahat; tudos ma i tu parbue ni daging na di Gal. 5: 19-21). Sai adong halak na marpangalaho naeng gabe songon Jesus jala ndang olo gabe sisean, ala ni i gabe tubu ma sangkap paraloan, mangalo pimpinanna pola sahat tu na mansoadahon Jesus. Sesa do nian dosa na mansoadahon Jesus alai bohama halak na mansoadahon/mangaleai Tondi Parbadia ? Hape Dosa Na So tarsesa ima : Mangaleai Tondi Parbadia, Pandohan ni Tuhanta Jesus taringot tu dosa na so tarsesa on dihatahon berhubungan do tu tingki na dipatupa Jesus ulaon hahomion marhite hagogoon ni Tondi ni Debata, ima pabali sibolis. Marhite pangarupion ni Tondi Parbadia do Jesus patupahon tanda halongangan i, hape halak Parise mandok hagogoon ni si Beelzebul do dipangke Jesus pabali sibolis i. Diida halak Parise do nian na marhite huaso Tondi ni Debata do Jesus patupahon hahomion i, alai pangurupion ni sibolis do didok. Ido na ginoaran na mangaleai Tondi parbadia. Tondi ni Debata do hape didok sibolis. Molo porsea hita di Tuhanta Jesus Kristus, jala dapot hita haluoan, ala ulaon ni Tondi Porbadia do na mamuhai rohanta. Alani molo taalo manang taleai Tondi Parbadia, marlapatan ndang olo hita muba (bertobat). Gabe tatulak haluaon i, ai ingkon na tarjalo hita Tondi i asa dapot hita haluaon. Ido umbahen na didok dosa na so tarsesa. Manang dohot hatorangan na asing, Mangaleai Tondi Parbadia ima angka naung mananda Kristus dohot haluaon, alai paleahon Tondi Parbadia , ido dosa na so tarsesa. Boasa ndang tarsesa? Tontu molo halak na manulak Tondi Parbadia pasti do ndang mungkin olo martobat. Ai ndang mangula be angka na denggan di dirina. Alani ndang na Debata na so olo manesa, alai dirina do na sai manulak.
e) Urupan ni Tondi Parbadia do Hita di Angka Ragam ni Hamaolon i (ay.11-12). Manontong do Tondi Parbadia mangurupi hita ganup tingki. Tondi Parbadia (Ht. Gorik: parakletos; sosok yang senantiasa siap sedia untuk menolong ) Tondi Parbadia satia mambela nasa parsoalan ni ngolunta. Tingki ro hasusaan, hamaolon, unang tahutan hita, urupan ni Tondi parbadia do hita. Ragam do dalan ni Debata laho mangurupi hita, jala margogo situtu do Debata pamonang hita sian ragam ni hamaolon i (Rom. 8: 15-16; 2 Tim.1:7). Sipata nunga taetong buntu jalan keluar ala ni maol ni parsoalan na taadopi. Hape na so panagaman sai dilehon Tuhan ido bisuk di hita laho mangalusi angka na maol I (ay. 12).

III. Sipahusorhusoron
a) Boi do kecewa situtu hita molo marpangansi dongan tu hita. Adong do hata ni ende mandok: “Dunia ini panggung sandiwara ceritanya mudah berubah…setiap insan dapat satu peranan yang harus dimainkan, ada peran wajar, ada peran berpura-pura, mengapa kita bersandiwara”. Sian syair ni ende on boi antusan na jotjot marsandiwara (marpangansi) do hita di ngolunta. Jala sasintongna tung so lomo do rohanta molo marpangansi (marsandiwara) dongan tu dirinta sandiri. Ndang hea tahalomohon angka jolma na marpangansi. Maol do adopan jolma si songon i. Alai sai jumpangta do jolma na marpangansi, jala hita sandiri pe jotjot do mangulahon i. Ngolu na sipaulaula (hidup berpura-pura) sai masa do i. Pura-pura badia hape ramun, pura-pura parhaporseaon na togu hape na mura magopu. Pura-pura na pistar hape na oto, pura-pura na mora hape na pogos, sebalikna pura-pura pogos hape na mora, pura-pura dongan hape alo, dohot angka na asing dope kepurapuraan. (Poda 13:7; 26:24; Rom. 12: 9; Kol. 2: 18). Sada pandohan mandok: Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Jotjot do tarimpu ndang adong na mamboto angka pangansionta. Angka hatanta nang ulaonta na tapandok manang na taulahon di nabuni. Hape, nangpe malo jolma manabunihon angka na busukna, jala samalomalona hita marpangansi, di sada tingki patar do luhutna. Ndang adong na hungkup, na so ungkap muse. Lomoan do roha ni Jesus mida pardosa na jujur mangoku dosana sian halak na pura-pura mangulahon na denggan. (I Sam. 16: 7; I Tess. 2 : 5; Ibr. 4: 13)
b) Trinitatis (1 Yoh. 5: 7) . Minggu on sahat ma hita tu Minggu Trinitatis : Hasitolusadaon ni Debata. Sada do Debatanta alai tolu hataridaanNa. Na somal taboto Debata si tolu sada ima: Debata Ama, ima panompa nasa na adong di portibion. Debata Anak, ima Jesus Kristus Sipalua angka pardosa. Dohot Debata Tondi Parbadia, ima na mangajari, margogoihon angka na porsea. Asa sada do Tuhanta, alai tolu hataridaanna manang fungsiNa. Di Minggu Trinitatis on dipaingot do hita asa tahatindangkon Tuhanta i, ima Debata si Tolu Sada i, marhite angka parange na tama jala marhaporseaon na togu di adopan ni Debata. Tangkas do taboto sian turpuk on, ulaon ni Debata sitolu sada i. Nunga mardosa hita tu Debata ama na sailaon, gabe ditongos ma AnakNa na sasada i, ima Jesus i laho paluahon hita sian pardoasaonta dalan laho padamehon hita dohot Ama i. Laos diajarajari huhut dipargogi Tondi Parbadia hita mangadopi hamaolon i (Luk. 11:13; Gal. 5: 22-23; 1 Yoh. 4: 18). Asa ingkon patar do panghatindangkononta di Jesus si Palua i, asa dihatindangkon Jesus i muse hita di adopan ni Debata Ama. Jala hamaolon di na manghatindangkon Jesus i donganan ni Tondi Parbadia do asa margogo hita. Sandok ingkon polin jala satia do hita Manghatindangkon Debata sitolu sada i. Amen (EM).

Minggu, 23 Mei 2010

Renungan Hari Pentakoste II, 24 Mei 2010

Pencurahan Roh Kudus
Kisah Para Rasul 2 : 1-13
Hari Pentakosta, yaitu hari turunnya Roh Kudus. Hari yang diakui pula sebagai awal berdirinya gereja di bumi ini. Dalam kalender gerejawi, hari Pentakosta dihitung 10 hari sesudah hari kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Sedangkan hari kenaikan Tuhan Yesus ke Surga dihitung 40 hari sesudah kebangkitan Tuhan Yesus, Paskah. Jadi, hari Pentakosta adalah 50 hari sesudah Paskah. Sesuai dengan arti kata Pentakosta, yaitu “yang kelima puluh”. Salah satu hal penting yang terjadi pada peristiwa turunnya Roh Kudus, seperti yang dicatat oleh Lukas—penulis kitab Kisah Para Rasul—adalah terhubungnya orang-orang dari berbagai bangsa dan bahasa dalam satu kesatuan. “… mereka mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri” (ayat 6). Mereka adalah orang-orang Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia, Frigia, Pamfilia, Mesir, Libia, dan sebagainya (ayat 9). Artinya, karya Roh Kudus telah meruntuhkan sekat pemisah antarbangsa dan bahasa. Bahkan juga agama (ayat 11). Ini tidak berarti perbedaan-perbedaan itu kemudian kita abaikan. Kita anggap semua sama. Tidak. Perbedaan-perbedaan yang ada tetap kita hormati, tetapi tanpa membelenggu kita dalam fanatisme sempit, sehingga kita melihat “sesama” hanya sebatas mereka yang “sama” dengan kita. Kuasa Roh Kudus justru membuat kita mampu menerima dan memperlakukan siapa saja—terlepas bangsa, bahasa dan agamanya—sebagai sesama.

Dalam Kitab Suci memang tidak disebutkan bahwa Roh Kudus mempunyai wajah, bahkan tidak ada sebutan untuk-Nya yang mengungkapkan suatu rupa yang dapat dibandingkan dengan manusia. Dalam semua bahasa, nama-Nya merupakan suatu nama yang umum. Dalam Bahasa Ibrani, Ia disebut Ruah, dalam Bahasa Yunani disebut Pneuma, dan dalam Bahasa Latin disebut Spiritus. Semua nama atau sebutan ini dipinjam dari sebutan untuk unsur-unsur umum alamiah, yaitu: angin, napas, dan udara.
Roh Kudus memang merupakan suatu pribadi yang misterius, yang membingungkan; kita mendengar suara-Nya, tahu bahwa Ia telah lewat karena tanda-tanda ajaib yang ditinggalkan-Nya, tetapi kita tidak tahu dari mana datang-Nya atau ke mana pergi-Nya (bdk. Yoh 3:8). Oleh karena itu, Roh Kudus tidak pernah dapat kita jangkau dengan pikiran kita dan karya-karya-Nya selalu melampaui segala pengertian kita.
Untuk dapat mengenali-Nya dibutuhkan kerendahan hati serta iman yang hidup. Lagi pula, Roh inilah yang selalu menjiwai Gereja. Dialah yang membangun Gereja. Di mana ada Roh Kudus, di situlah Gereja terbentuk, didirikan, dan dibangun. Sebaliknya, di mana ada Gereja, di situ pula ada Roh Kudus. Dia pulalah yang menjadi penggerak setiap orang Kristen, dan melakukan karya-karya agung dalam dirinya. Bila Roh Kudus dicurahkan atas manusia, manusia dihidupkan kembali, walaupun sebelumnya ia telah mati dan mengering seperti tulang-tulang yang kering (bdk. Yeh 37). Oleh karena itu, Roh Kudus bertugas menghidupkan manusia, menghidupkan hatinya, melunakkan yang keras, meluruskan yang bengkok, menghangatkan yang dingin, dan mengubah hati dari “batu” serta menggantinya dengan hati yang dari daging, yang dapat merasa dan dapat mencinta (bdk. Yeh 36:26).
Roh Kudus selalu berkarya di dalam Gereja dan melalui anggota-anggotanya. Ia senantiasa berkarya melalui seseorang: menguasai serta mengubahnya. Memang Ia juga menyatakan kehadiran-Nya melalui tanda-tanda yang mengherankan, tetapi segala karya-Nya selalu bertolak dari kedalaman batin manusia. Di situ pula orang mengenal-Nya.



Renungan Hari Sabtu, 22 Mei 2010

Mensyukuri Kuasa Allah
Mazmur 138: 3
Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
Bila Anda ingin mengalami pembentukan Tuhan secara maksimal, Anda perlu mengikuti teladan Daud dalam hal menjalin relasi dengan Tuhan. Anda harus menghayati kehadiran dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan Anda sehingga Anda bisa memberi respons berupa ucapan syukur, pujian, dan doa. Anda juga harus menghayati bagaimana Allah membentuk diri Anda melalui masalah yang Anda jumpai dalam kehidupan Anda.
Kebanyakan dari kita hanya bisa mengeluh ketika mendapatkan suatu beban ( masalah ) di dalam hidup. Kebanyakan kita akan berkeluh kesah ketika mendapatkan suatu beban ( masalah ) di dalam hidup. Kebanyakan kita akan bersungut - sungut ketika mendapatkan suatu beban ( masalah ) di dalam hidup. Dan kebanyakan dari kita mampu mengucapkan syukur ketika TUHAN telah menyelesaikan beban ( masalah ) di dalam hidup kita. Banyak orang yang mampu bersaksi dengan diawali kata syukur ketika TUHAN telah menyelesaikan beban ( masalah ) di dalam hidupnya. Sembuh dari sakit penyakit, mendapatkan pasangan hidup, mendapatkan pekerjaan, telah bebas dari lilitan hutang. Namun hampir tidak pernah ada orang yang bersaksi dengan diawali ucapan syukur ketika sedang berada di tengah - tengah beban ( masalah ) hidup.

Mana ada orang yang mau melakukan kejahatan pada orang yang dikasihinya? Tidak ada! Malahan ia akan berkorban mati matian bagi orang yang dicintainya. Apalagi Allah yang sungguh mencintai manusia. Ia akan memberikan segala yang diminta manusia, Ia akan menerima manusia yang datang kepada-Nya. Cinta Allah kepada manusia jauh melebihi cinta manusia kepada sesama yang dicintainya. Jadi mengapa takut meminta kepada-Nya? Jangankan bersaksi. Hidup dengan beban ( masalah ) hidup saja, sudah kehilangan sukacita. Sehingga yang ada hanya keluh kesah, sungut - sungut, kesedihan, ratapan.Tetapi marilah kita belajar dari kisah hidup raja Daud. Yang ketika mengalami suatu beban ( masalah ) di dalam hidupnya, ucapan syukur senantiasa keluar / terucap dari mulutnya.

Renungan Hari Jumat, 21 Mei 2010

Instruksi Tuhan
Yesaya 65 : 4
Yang duduk di kuburan-kuburan dan bermalam di dalam gua-gua; yang memakan daging babi dan kuah daging najis ada dalam kuali mereka
Untuk memilih, hal terpenting yang harus kita ingat adalah kita harus menentukannya berdasarkan dari sasaran atau tujuan kita sendiri, dengan kata lain bukan orang lain yang memilihkannya bagi kita. Sebab itu TUHAN berkata: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri..." Selain itu, kita juga harus memilihnya berdasarkan posisi iman atau seberapa besar iman yang ada pada diri kita. Sebab kita memiliki kehendak bebas untuk memilih, sekali lagi dengan syarat dalam menentukan pilihan itu kita telah terpisah dari pola pikir yang lama.
Anak TUHAN di mana pun berada, dari tempat di mana kita berdiri akan meraih sukses ke segala arah. Jadi, jika ada di antara kita yang mengalami kegagalan dalam usaha, jangan bertanya kepada hamba TUHAN: "Saya harus bekerja di bidang usaha apa ya Pak, sebab di bidang ini saya gagal."

Ketika murid-murid YESUS gagal memperoleh ikan, YESUS tidak memberikan solusi dengan cara mengganti apa yang ada pada mereka. Tetapi justru menggunakan apa yang ada pada mereka. Itulah yang digunakan YESUS untuk menjadikan para murid berhasil. Dengan perahu yang sama, jala yang sama dan lokasi yang sama. Syaratnya: jika murid-murid telah meninggalkan pola pikir yang lama, mereka menjadi berhasil.
Untuk meraih berkat TUHAN, kita harus melakukan sesuatu sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh ALLAH bagi kita untuk dilakukan. Dengan kata lain, ALLAH tidak memberikan berkat-NYA begitu saja. Instruksi yang TUHAN berikan kepada Abram ialah agar Abram bersiap untuk memilih dan mengukur tanah Kanaan menurut panjang dan lebarnya; dan itulah yang akan menjadi milik kepunyaannya. Dengan lain kata, berkat ALLAH akan kita terima sesuai dengan seberapa besar iman kita untuk menerima berkat tersebut.
Banyak orang Kristen yang berdoa meminta bekat dari TUHAN, namun ia belum memiliki kesiapan untuk menerima curahan berkat dari pada-NYA. Maksud dari siap menerima berkat dari TUHAN adalah setelah menerima berkat TUHAN, kualitas iman kita tidak berubah. Sebab banyak orang yang berubah setia setelah menerima berkat TUHAN; mereka mulai menomorduakan TUHAN di dalam hidup mereka karena terlalu sibuk dengan berkat yang diterimanya. Langkah berikutnya setelah bersiap adalah mengukur. Maksudnya adalah kita harus melihat apa yang kita perlukan dan apa yang ingin kita capai (tentunya sesuai dengan apa yang dibutuhkan).


Renungan Hari Kamis, 20 Mei 2010

Jawaban Atas Seruan Kita
Yeremia 33 : 3
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
Ada kalanya ketika kita merasakan kepedihan dan penderitaan, kita merasa seolah-olah Tuhan berpangku tangan membiarkan kita sendirian. Mungkin Tuhan tidak mendengar, mungkin Tuhan sedang terlalu sibuk, atau mungkin kita merasa terlalu kecil buat diurusi Tuhan. Itu sering menjadi reaksi dari orang-orang yang merasa belum mendapat jawaban atas doa-doanya. Menunggu memang tidaklah mudah, waktu seakan berjalan lebih lambat dari normal. Tapi apakah benar Tuhan tidak mengetahui apa yang kita alami? Tidak. Tuhan tahu. Dia lebih dari tahu, dan itu kabar gembiranya. Tidak saja tahu, tapi Tuhan juga mengerti, dan peduli.
Jangan sampai masalah itu membuat kita mengalami kepahitan terhadap Allah, dengan mengira bahwa Dia tidak mendengar, tidak peduli atau tidak mau berbuat apa-apa. Tuhan telah berulangkali membuktikan secara nyata bahwa Dia selalu tahu bagaimana penderitaan kita dan menjanjikan kelepasan dari masalah seberat apapun. Adalah benar bahwa hidup ini tidak akan pernah seterusnya berjalan tanpa penderitaan, tapi di sisi lain kita juga harus tahu bahwa Tuhan akan selalu berkenan untuk turut campur dalam setiap perkara.

Kadang-kadang luka dan ketakutan yang kita alami dapat menutup telinga kita terhadap kata-kata Allah yang penuh dengan pengharapan. Akan tetapi, Tuhan ternyata tidak berhenti berbicara kepada kita pada saat kita mengalami kesulitan untuk mendengarkan. Dia justru akan terus-menerus berusaha demi kepentingan kita. Hal itu terjadi sama seperti ketika Dia membebaskan umat-Nya dari tanah Mesir. Pada saat kita mengalami belas kasihan Allah dan kepedulian-Nya, maka kita akan dapat mendengar suara-Nya kembali, sekalipun luka itu belum sembuh.
Mari berseru kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab Saudara dan memberitahukan kepada Saudara hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami (tidak masuk akal, sulit untuk dipikirkan dengan akal yang sehat), yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yaitu yang tidak masuk akal dan sulit dipikirkan dengan akal yang sehat, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.


Renungan Hari Rabu, 19 Mei 2010

Pengabulan Doa
Mazmur 27 : 7
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Kita sering komplain kepada Tuhan bahwa Ia tidak mendengarkan doa-doa kita, khususnya ketika Allah tidak merespon sesuai dengan keinginan kita. Tetapi ini tidak berarti bahwa Allah tuli, sebab “Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar?” (Mazmur 94:9) Allah mendengar sesuatu yang ada dalam pikiran kita, bahkan sesuatu yang belum terucap oleh mulut kita, “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” (Mazmur 139:2)
Jadi, bukan karena Allah tidak dapat mendengar seruan hati kita, tetapi ada kemungkinan hidup kita tidak sejalan dengan kehendakNya, sehingga Ia tidak mendengarkan doa kita. Mungkin hal yang terpenting dalam situasi ini adalah ketaatan kita kepada firmanNya, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7). Tetapi, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar” (Mazmur 66:18). “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3)
Tentu saja ketika kita berdoa, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang” (Yakobus 1:6). “Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” (Yohanes 14:13). “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.


Renungan Hari Selasa, 18 Mei 2010

Roh Yang menghidupkan
2 Konrintus 3 : 6

Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan
Seorang pembuat jam yang terkenal membawa tamunya melihat-lihat tokonya dan menunjukkan 2 cara Mengatur Waktu dari jam-jam yang ada. Pada cara pertama, dipakai sebuah jam utama yang akan memberi tanda/bunyi pada setiap jangka waktu yang ditentukan. Jika jam-jam lainnya salah, maka bunyi tersebut akan memperlihatkan kesalahan jam-jam lainnya itu, tapi tidak bisa memperbaiki jam-jam tersebut.
Cara yang kedua, jam utama dan jam-jam lainnya dihubungkan secara elektris dengan sebuah kronometer. Setiap detak dari jam-jam tersebut dikontrol oleh jam utama (sehingga berdetak sama/berbarengan).
Cara pertama pengaturan waktu tadi memberi gambaran akan hukum Tuhan. Hukum Tuhan berdentang memberikan tanda, menunjukkan pada standard Tuhan yang sempurna, tapi tidak bisa memperbaiki kesalahan. Metode/cara kedua memperlihatkan anugrah Tuhan, apa yang hukum tidak dapat lakukan, melalui kasih karunia bisa. Hukum Tuhan mengungkapkan dosa, tetapi tidak bisa menyelamatkan kita dari dosa. Hukum memperlihatkan segala kelemahakn kita, tapi tidak menyediakan kekuatan yang kita perlukan. Hukum mempersalahkan, tetapi tidak dapat membernarkan kita. Hukum memerintahkan tetapi tidka dapat memampukan. Hukum mematikan, tetapi anugrah menghidupkan.

Kristus datang ke dunia untuk membawa seseorang menemukan ibadah yang sejati. Ibadah yang sejati tidak dibangun oleh kekuatan dan usaha marusia, melainkan disebabkan kehadiran kuasa dan anugerah sorgawi. Ibadah sejati adalah bukan sekedar melakukan perintah perintah moral yang tertulis, hukum taurat yang tertulis, melainkan diawali sebuah perjumpaan kasih Tuhan yang selanjutnya memanggil mereka masuk dalam sebuah ikatan perjanjian. Melalui karya penebusan Kristus, manusia boleh menemukan kembali dimensi Kerajaan sorga yang hilang, ia menemukan pintunya sekaligus menerima kuncinya. Ketika pintu sorga terbuka, ia akan mengalami sebuah perjumpaan kasih yang akan mengubahkan hidupnya.
Saulus seorang ahli Taurat dan mentaati semua perintah-perintahnya, namun ia diubahkan melalui perjumpaan Illahi dengan Kristus di jalan menuju Damsyik. Lihat Galatia 3:12 " Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya." Jadi artinya "Hidup dibawah hukum" adalah menuruti hukum agar mendapatkan keselamatan. Selama manusia berada dibawah hukum, ia tetap dibawah kuasa dosa, karena hukum tidak dapat menyelamatkan seseorang dari hukuman maupun dari kuasa dosa. Jangan sampai kita menjadi seorang "legalis", hidup di bawah hukum. Ketaatan kita kepada hukum Tuhan adalah pernyataan kasih kita karena Dia sudah (bukan supaya) menyelamatkan kita.

Jamita Evangelium XV Dung Trinitatis, 13 September 2026

DEBATA PATUPA HALONGANGAN TU BANGSONA (Tuhan Melakukan Perbuatan Besar Bagi Umat-Nya) 2 Musa 14 : 19 - 31   1. Huria ni Tuhanta na ...