Minggu, 23 Mei 2010

Renungan Hari Senin, 17 Mei 2010

Hidup Anda Adalah Khotbah
2 Korintus 3 : 3
Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Sejak jaman dahulu orang memang sudah gemar menulis surat. Diukir di atas loh batu, menggunakan buluh yang dicelup pada tinta, pena, pulpen hingga mengetik, semua itu merupakan perkembangan dari hal tulis menulis ini. Sadarkah kita jika diri kita pun sebenarnya merupakan sebuah surat, bukan hanya surat tapi juga surat terbuka? Ya, kita surat terbuka yang bisa dibaca banyak orang. Sebagai orang percaya, kita seharusnya menjadi surat yang bukan sembarang surat, tapi menjadi surat Kristus yang bisa dibaca oleh orang lain.
Dalam sebuah khotbah, ilustrasi merupakan hal yang sangat penting agar pesan firman Tuhan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas. Tanpa ilustrasi, khotbah yang bagus sekalipun kerap kali sukar dipahami. Rektor sebuah sekolah tinggi teologi mengatakan bahwa ilustrasi bagaikan jendela yang menerangi isi seluruh rumah. Bahkan ia menyebutkan bahwa ilustrasi yang baik akan membantu keberhasilan sebuah pewartaan firman hingga sebesar 40%.

Jemaat Korintus terkenal dengan reputasinya yang buruk. Walaupun mereka sudah percaya kepada Yesus, namun kehidupan mereka belum mencerminkan ajaran Kristus yang sesungguhnya. Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa mereka adalah surat Kristus (ayat 3). Ini berarti bahwa ketika surat itu dibaca, maka ia harus mencerminkan Kristus yang sesungguhnya. Kristus harus tampak secara jelas dan bukan samar-samar melalui kehidupan nyata setiap hari.
Apapun yang tertulis dalam hidup kita, bagaimana cara hidup kita, sikap dan tingkah laku kita, perbuatan kita, itu semua begitu terang benderang untuk dibaca oleh orang lain. Orang percaya seharusnya menjadi sebuah surat Kristus. Yang bukan ditulis dengan tinta biasa, bukan pada loh-loh batu, tapi ditulis oleh Roh Allah yang hidup langsung ke dalam hati kita. Dan dari hati kitalah terpancar cara hidup kita, yang akan mampu dibaca orang lain. Jika yang tertulis jelek, maka jelek pulalah yang dibaca orang, sebaliknya jika yang tertulis adalah gambaran Kristus, maka orangpun bisa "membaca" siapa Kristus sebenarnya lewat diri kita.

Renungan Epistel Minggu Exaudi, 16 Mei 2010

Berseru Kepada Yesus
Matius 14 : 22-33
Yesus hadir pada saat mereka memerlukan pertolonganNya. “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka:”Tenanglah”! Aku ini, jangan takut!” (ayat 27). Kata ”jangan takut”, memiliki arti beranilah, melangkahlah. Kata-kata Yesus ini sungguh meneduhkan jiwa murid-murid, membangkitkan keberanian, memberi pengharapan kepada mereka untuk diselamatkan dari badai itu.
Salah satu murid Yesus, yaitu Petrus mengenali suara-Nya. “Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: ”Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air” (ayat 28). Petrus percaya, bahwa kata-kata yang diucapkan oleh Yesus sungguh berkuasa. Apa yang akan diucapkan oleh Yesus, Petrus percaya, itu pasti akan terjadi. Yesuspun berkata pada Petrus: “Datanglah!”. Ucapan Yesus itu, membuat Petrus yakin sekali, dan dengan mantap, iapun berani untuk melakukan suatu tindakan yang sesuai dengan ucapan Yesus itu. Pada saat Yesus katakan, “datanglah!”, angin masih berhembus, tiupan angin masih berhembus, tetapi Petrus berani melangkah keluar dari perahu itu. Petrus tidak terpengaruh oleh keadaan, yaitu pada tiupan angin yang sedang berhembus itu, matanya hanya tertuju pada Yesus dan ucapan Yesus. Dalam pikiran Petrus, hanya tertanam iman yang sangat kuat bahwa Yesus itu adalah penolong dan penyelamat. Sebab Petrus sangat mengetahui bahwa berada dekat Yesus itu aman.
Sebuah peristiwa yang tidak pernah dipikirkan, dirasakan tetapi bisa terjadi! Itulah jalan bersama Tuhan! Dimana ada Yesus di situ ada mujizat! Hidup ini menantikan mujizat! Jika Petrus ingin berjalan di atas air maka ia harus berani meninggalkan perahunya! Selama ia tidak punya nyali meninggalkan perahunya maka dapat dipastikan ia akan kehilangan moment yang spektakuler! Inilah syarat pertama dan utama untuk seseorang meninggalkan dirinya baru mendapat pribadi yang lain. Syarat dan ketentuan itu meski berlaku tidak bebas, sekalipun Yesus sangat simpati kepada kita bahkan menjadikan frend-nya kita tetapi kita tetap tidak hoky bila tidak mau meninggalkan perahu kehidupan kita sendiri.

Petrus melakukannya dengan mata tertuju kepada Yesus (Ibrani 12:2) ! Semua hal yang dilakukan dengan mata tertuju kepada Yesus bisa apa saja bahkan hal-hal yang belum pernah dipelajari! Petrus belum pernah belajar berjalan di atas air jangan belajar memikirkan saja juga belum pernah! Orang yang melakukannya dengan mata tertuju kepada Yesus akan sampai dalam satu kata yakni spektakuler! Namun sayang Petrus lengah ia lupa melihat Yesus ia sadar kembali kepada perahunya sendiri yakni melihat gelombang, tiupan angin maka dalam hitungan detik ia tenggelam!
Yesus dan Petrus bisa melakukannya karena memang mereka memiliki ilmu meringankan tubuh artinya ilmu bagaimana tidak tenggelam! Yesus tubuhnya sangat ringan terhadap dosa bahkan tidak ada satupun orang yang ketika ditantang Yesus,siapa yang membuktikan aku berdosa? tidak ada satupun yang berani menjawab.
Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: ”Tuhan, tolonglah aku!”. Saat Petrus mengalihkan pandangan dan perasaannya pada tiupan angin itu, ia mulai ragu, bimbang, sehingga rasa percayanya hilang dan iapun mulai tenggelam, serta berseru kembali minta tolong kepada Tuhan. Segera Yesus mengulurkan tanganNya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (ayat 31). Tuhanpun menolongnya. Ini mujizat kedua yang dialami Petrus, ia tidak tenggelam karena ditolong segera oleh Yesus. Mereka naik perahu dan anginpun reda.
Jangan biarkan keragu-raguan dan kebimbangan itu hadir dalam hidup kita, sekalipun nampaknya keadaan kita sedang sangat buruk, sangat tidak baik bahkan tidak ada harapan. Yakinlah dan beranilah, jangan takut sebab Allah selalu menyertai dan siap menolong kita, bahkan dalam kemustahilanpun Tuhan sanggup membuat menjadi mungkin. Petrus bisa berjalan di atas air tetapi juga bisa tenggelam jika tidak ditolong oleh Tuhan. Masalah bisa menjadi berkat bagi kita, tetapi bisa juga menjadi penderitaan. Tergantung pilihan kita, sebab di dalam segala hal Allah berkuasa untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang sungguh percaya kepada Dia.


Renungan Hari Minggu Exaudi, 16 Mei 2010

Berseru Pada Tuhan Dengan Pertobatan
Hakim-Hakim 10 : 10-16
Kitab Hakim-hakim dalam Perjanjian Lama memuat kisah menyedihkan tentang umat Allah yang terbelenggu dalam "lingkaran setan" pemberontakan, hukuman, pertobatan, dan pengampunan. Siklus ini terulang kembali setiap kali Allah selesai campur tangan. Apabila penderitaan datang menghampiri, barulah mereka berseru-seru kepada Allah: "Kata orang Israel kepada Tuhan, 'Kami telah berbuat dosa. Lakukanlah kepada kami segala yang baik di mata-Mu. Hanya tolonglah kiranya kami sekarang ini!'" (Hakim-hakim 10:15).
Kalau kita memperhatikan kehidupan umat Allah sejak keluaran dari Mesir, kecendrungan alami mereka nampak sangat jelas bahwa setelah mengalami pembebesan, pertolongan, pemulihan adalah kemerosotan rohani. Dalam Hakim-hakim 10:10-16 yang menjadi perikop renungan kita menyaksikan hal ini. Memang secara jelasnya kita harus membaca seluruh Hakim-Hakim pasal 10. Disebutkan setelah Hakim Yair mati, bangsa Israel melakukan apa yang jahat dimata Tuhan.
Akibanya sangat fatal. Allah murka kepada bangsa Israel sehingga membiarkan orang Filisten dan bani Amon berkuasa atas mereka. Dan hal ini berlangsung 18 tahun lamanya. Bukan hanya bangsa Israel yang ada di negeri orang Amori yang di Gilead di tindas dan di injak-injak. Dalam ayat 9 disebutkan bani Amon juga menyeberangi sungai Yordan untuk berperang melawan suku Yehuda, suku Benyamin dan keturunan Efraim, sehingga orang Israel sangat terdesak.

Akibat semua itu, bangsa Israel sungguh-sungguh menderita. Bisa kita bayangkan 18 tahun di tindas dan diinjak-injak. Seperti biasanya, setelah mengalami penderitaan demi penderitaan, bangsa Israel berseru meminta pertolongan Tuhan. Dan sungguh luar biasa, Allah masih berkenan memaafkan dan menolong mereka. Walaupun bangsa Israel sudah melakukan perbuatan yang sangat mendukakan hati Tuhan, yakni meneyembah ilah lain, namun ketika mereka berseru minta tolong dan diikuti sekap hidup yang bertobat, yakni membuang jauh-jauh allah asing yang telah mereka sembah Allah bertindak memberi pertolongan.
Gangguan ketakutan akan berakibat buruk bagi seluruh kehidupan. Terlebih lagi, jika gangguan itu menyangkut iman kepercayaan manusia. Di dalam kitab suci, hal ini ada banyak contoh yang menggambarkan bagaimana rasa takut dapat mempengaruhi sikap iman seseorang.

Barang siapa terkungkung oleh rasa takut, ia akan merasa kesulitan dalam menjiwai makna imannya. Bahkan, seandainya, ia rajin “mengunjungi” gereja. Akan tetapi, orang-orang beriman akan mampu mengatasinya, jika ia mau memperhatikan suara hatinya lebih mendalam lagi dan benar-benar berserah diri kepada Tuhan. Kita dapat memetik pelajaran berarti tentang ketakutan-ketakutan manusia. Sebenarnya, rasa ketakutan itu tidak perlu dianggap sebagai beban mendalam. Karena jika demikian, beban itu sendiri malah menjadi penghalang bagi kita untuk berbicara dan dekat dengan Allah. Sebaliknya, kita hendaknya membawa semua ketakutan, keluh kesah dan semua beban kehidupan kita kepada Tuhan dengan hati terbuka.
Jika kita menyadari apa yang telah kita perbuat di hadapan Tuhan, seharusnya kita malu karena begitu banyak pelanggaran yang kita lakukan dan begitu sering kita mengabaikan firman-Nya. Hebatnya, Ia masih peduli kepada kita dan hati-Nya selalu tergerak untuk memulihkan hidup kita.

Demikianlah yang dilakukan oleh seorang Bapa ketika Ia melihat kesukaran yang dialami oleh anak-anak-Nya. Hal ini yang harus kita sadari secara penuh bahwa kasih-Nya tak bisa diukur dengan apapun juga. Ia mencurahkan kasih-Nya gratis meskipun bagi kita yang telah melupakan Dia.

Renungan Hari Sabtu, 15 Mei 2010

Kuasa Yesus Kristus
Yohanes 3 : 13
Ketika YESUS bercakap-cakap dengan Nikodemus, IA menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang telah naik ke Sorga selain YESUS, yaitu ALLAH yang telah turun dari Sorga mengambil rupa sebagai manusia.
Kenaikan YESUS ke Sorga membuktikan bahwa IA benar-benar ALLAH. Hal ini sangat penting bagi orang beriman. Sebab banyak orang menganggap YESUS adalah manusia teladan, nabi terbesar, orang yang dipakai ALLAH untuk melakukan mujizat. YESUS memang nabi, namun YESUS bukan manusia; YESUS adalah ALLAH yang telah turun ke dunia dan telah kembali ke Sorga. Karena YESUS adalah ALLAH sendiri, kenaikan YESUS ke Sorga merupakan kepastian atau jaminan bagi kita untuk mendapatkan bagian di dalam kerajaan-NYA di Sorga. Kristus mengklaim dirinya sebagai pribadi yang memiliki kunci maut dan kerajaan maut. Wahyu 1:18 mengatakan dan Yang Hidup, Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Siapakah yang pernah memproklamirkan sebuah kemenangan setelah kematianNya? tidak seorangpun melakukannya selain Yesus Kristus.

Kemenangan ini dimeteraikan dengan kalimat segala kuasa di langit dan di bumi semua ada ditanganKu (Mat 28:18).
Menurut iman mistisisme Yahudi (tolong koreksi bahasa indonesianya), Surga dibagi jadi 7 region , urutannya mulai dari yg terendah (terdekat dgn kita) :
1) Shamayim, menjadi tanggung jawab Archangel Gabriel
2) Raquia, tanggung jawab Malaikat Zachariel , Raphael, dan Nuriel (yg menurut mistisisme Yahudi , merupakan malaikat raksasa)
3) Shehaqim , dibawah Malaikat Anahel. Disinilah tempatnya taman Eden menurut iman mistisisme Yahudi.
4) Makhonon, tempat Archangel Mikhael, dan juga tempat Jerusalem baru.
5) Makhon, tempat Samael dan juga malaikat2 yg dalam iman Kristen disebut Iblis. Jangan heran, sekali lagi, iman Yahudi tidak mengenal konsep Iblis. Samael dan lain2 hanya merupakan "jaksa" Tuhan yg mencobai manusia.
6) Zebul
7) Araboth, tempat tahta Tuhan dan tempat malaikat2 Seraphim, Cherubim, & Ophanim, sekaligus tempat roh2 orang yg belum dilahirkan.
Dalam bahasa Ibrani, kitab 2 Kings tersebut menyebut surga tempat kemana Elijah dibawa sebagai Shamayim. Newadvent benar menyebut ini surga yg terendah. Newadvent tidak salah, karena mereka membaca sesuai konteks saat kitab perjanjian lama tersebut ditulis. Bahwa Surga dilihat sebagai bertingkat sesuai mistitisme Yahudi terlihat juga dalam tulisan Paulus.
Ketika kita menggunakan istilah surga secara sempit tanpa mengingat penggunaan literal istilah ini dalam kebudayaan Yahudi kita akan senantiasa dalam masalah. Bagi kita cukuplah bahwa Elia diangkat Allah ke tempat yang khusus, dia dipisahkan dari dunia ini tempat tinggal manusia. Langit menunjukkan tempat yang tinggi. Tapi lebih dari itu Kitab Suci tidak bicara apa-apa lagi apakah Elia ada di dalam bait Suci Surgawi atau tidak. Yang jelas, surga/langit yang dimaksud bukan tempat orang mati (sheol) karena dalam pandangan kosmis Yahudi, berada di bawah bumi, tempat yang rendah. Kalau demikian apa dan mengapa Allah meninggikan tokoh-tokoh tertentu seperti Elia, Enoch dan Melkisedek sedemikian rupa? Kalau kita tidak sampai pada satu jawaban yang memuaskan soal tujuan karunia tersebut cukup saja jika kita lihat sebagai wujud kebebasan Allah mengaruniakan apa yang ingin Dia berikan.
"Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga." (2Kor. 12:2).Tapi dalam bahasa Ibrani, seperti juga bahasa Inggris, langit dan surga memiliki makna yang berpadanan dan saling dipertukarkan (sky-heaven), walaupun dalam pemakaian bahasa Inggris modern sudah mulai memiliki segregasi makna, tapi yang lebih klasik segregasi makna ini lebih lepas. Demikian dalam konsepsi Yahudi langit dilihat sebagai tempat Allah, para malaikat dan benda-benda langit bersemayam. Bahwa Elia diangkat ke surga dalam pengertian ini jelas bahwa Elia diberi tempat khusus oleh Allah, tapi tanpa penjelasan lebih lanjut. Walau demikian, kita harus ingat senantiasa bahwa Allah bertindak di luar waktu. Bagi Allah hanya ada keabadian. Karena itu, adalah suatu kemungkinan bagi Allah untuk memberikan rahmat penebusan yang mengalir dari Yesus kepada siapa saja Ia berkenan.



Renungan Hari Jumat, 14 Mei 2010

Anda Gambar Wujud Allah
Ibrani 1 : 3

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.
Surat Ibrani merupakan sebuah surat yang berisi teguran dan nasihat. Sekalipun demikian nasihat-nasihat yang ada di dalamnya bukanlah merupakan surat-surat tanpa dasar yang kuat. Nasihat-nasihat tersebut berdiri di atas dasar yang sangat kokoh yaitu Yesus Kristus sendiri, di mana Yesus Kristus mengadakan pembaharuan dalam praktek hidup maupun dalam kultus religius (ibadah orang Yahudi). Dengan demikian tentulah kita dapat melihat kebenaran tentang Yesus Kristus di dalam surat Ibrani ini.
Ayat ini berbicara tentang Pribadi Tuhan Yesus Kristus! Yesus adalah ‘Firman Allah’ yang telah menyucikan hidup kita dan membebaskan kita dari segala bentuk penjajahan dosa, oleh kurban-Nya di Kalvari. Yesus adalah agen Allah dalam penciptaan maksudnya adalah bahwa Yesus terlibat dalam tindakan penciptaan dunia ini (dalam bahasa Yunani ini ditulis dalam bentuk aktif). Kalau Ia Cuma manusia biasa tidak mungkin menjadi agen Allah dalam penciptaan. Inilah kemanusiaan Yesus yang nampak dalam surat Ibrani. Donald Gutrie mengatakan bahwa pada saat yang sama penulis surat Ibrani memperlihatkan Anak Allah yang mencerminkan kemuliaan Allah dan juga manusia yang dicobai seperti kita dan dapat menunjukkan hal-hal tersebut dalam diri Yesus Kristus.

Yang dimaksudkan dengan Ia disini adalah Yesus, yang lahir dan datang ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan dunia seisinya. Sebagai orang Kristen atau Katolik atau yang percaya kepada Yesus, Penyelamat Dunia, kita dipanggil untuk meneladan Dia dengan menjadi gambar Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-firmanNya yang penuh kekuasaan. Firman Tuhan antara lain dapat kita temukan di dalam Kitab Suci atau dalam kehendak baik yang ada dalam setiap pribadi manusia, yang diciptakan sebagai gambar atau citra Allah.
Maka dalam hidup mendunia atau mengelola dan mengurus hal-hal duniawi, selain berpedoman pada firman Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci, marilah kita lihat, fahami, tangkap dan imani kehendak-kehendak baik dalam diri sesama dan saudara-saudari kita dimanapun dan kapanpun. Kehendak baik tersebut dapat merupakan perwujudan kasih dan berupa keutamaan-keutamaan seperti sabar, murah hati, tidak cemburu., tidak memegahkan diri dan tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (lihat: 1Kor13:4-5) Siapapun yang menghayati keutamaan-keutamaan di atas ini hemat saya dapat menjadi cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah, sehingga yang bersangkutan senantiasa bahagia, damai sejehtera serta memikat, menarik dan mempesona bagi sesamanya. Semoga kita semua tumbuh berkembang menjadi pribadi yang memikat, menarik dan mempesona melalui atau dalam kesibukan pengelolaan atau pengurusan hal-hal duniawi dalam tugas pekerjaan, jabatan atau fungsi kita, entah di dalam keluarga, masyarakat, tempat kerja.

Renungan Hari Kamis, Pesta Kenaikan Tuhan Yesus

Menjadi Saksi Kuasa Yesus
Lukas 24: 44-53
Selama empatpuluh hari sebelum Yesus naik ke surga, Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara dengan para murid agar mereka dengan setia melanjutkan pemakluman Kerajaan Allah secara utuh. Tentu dalam penugasan kepada para murid, Yesus tidak melepaskan begitu saja. Ia akan melengkapi dengan “kekuasaan dari tempat yang tinggi” Mereka akan didampingi Roh Kudus dalam mewartakan Yesus kepada segala bangsa. Yesus menyiapkan mereka dengan sempurna agar pewartaan pertobatan dan pengampunan dosa dalam nama-Nya berjalan terus. Dengan persiapan penuh itu para murid akan mampu mewartakan pesan Yesus tersebut sampai ke seluruh penjuru dunia. Para murid akan penuh semangat bisa mewartakan dan menceriterakan kepada banyak orang bahwa selama hidup-Nya di dunia, Tuhan Yesus telah menerima pendosa dan mewartakan pengampunan dosa. Para murid juga menceriterakan kepada banyak orang bahwa Tuhan Yesus telah wafat dan bangkit. Para murid bisa mengungkapkan semua kesaksian-kesaksian itu karena mereka memang melihat, mereka mendengar dan mereka mengalami tentang kehidupan Yesus, lebih-lebih tentang kesengsaraan dan kebangkitan-Nya.

Para murid terkesima dengan peristiwa Tuhan Yesus yang terangkat ke sorga. Mereka terus menatap ke langit. Jadi walaupun Tuhan Yesus telah lenyap dari pandangan mereka, mereka terus melihat ke atas. Karena mereka terus menatap ke atas, maka mereka melupakan tugas yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk kembali ke Yerusalem. Tuhan Yesus berkata: “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49). Sikap para murid ini seringkali menjadi ciri dari beberapa orang-orang Kristen yang sering terus-menerus menatap ke dunia imaginer tentang sorga, tetapi mereka melupakan tugas dan tanggungjawab yang riel di masa kini. Karena itu mereka sering tidak tangguh dan tabah menghadapi kesulitan hidup ini. Mereka kemudian melarikan diri ke dunia imaginer tentang keselamatan di sorga nanti.
Di tengah-tengah kesulitan kehidupan yang kini makin bertambah berat dan kompleks, kita dapat melihat bahwa ibadah atau kebaktian di berbagai gereja makin dihadiri banyak orang. Kita bersyukur manakala mereka digerakkan oleh kerinduan dan sikap kasih yang antusias kepada Tuhan. Tetapi manakala di antara kita banyak yang menjadikan ibadah sebagai tempat pelarian dalam dunia imaginer rohani, maka melalui kebaktian kenaikan Tuhan ini kita dipanggil untuk teguh berjuang ke dalam kehidupan riel di masa kini.
Umat Kristen tidak boleh menjadi orang-orang yang mudah menyerah, tidak ulet dan akhirnya gagal dalam perjuangan hidup sehari-hari. Malaikat Tuhan telah menegur para murid Tuhan Yesus yang terus menatap ke awan-awan, yaitu: “Mengapa kamu berdiri melihat ke langit?” Untuk mewujudkan kehadiran Kerajaan Allah yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus, kita tidak boleh berpaling dari persoalan dan masalah dalam kehidupan riel yang terjadi di dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan gerejawi dan kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya dalam kuasa kebangkitan Kristus yang makin diteguhkan dalam peristiwa kenaikan Kristus ke sorga, selaku umat percaya kita justru dipanggil untuk memaknai hidup kita di masa kini dan di sini.
Manakala kita mengabaikan prinsip iman ini sesungguhnya kita telah melalaikan tanggungjawab umat percaya di dalam dunia ini. Filsuf Nietzsche (1844-1900) pada masa hidupnya pernah mengungkapkan rasa muaknya kepada orang-orang Kristen. Karena dia sering melihat orang-orang Kristen dalam menghayati imannya dengan sikap kehendak yang lemah, tidak memiliki daya juang, mengedepankan sikap tidak berdaya, cenderung melarikan diri dari kenyataan, pribadi yang “sakit-sakitan”, dan bertindak pengecut. Kritik dari Nietzsche tersebut perlu kita respon secara positif, karena di balik ucapan kritik Nietsche yang sangat pedas itu ternyata mengandung pula kebenaran yang mana kita selaku gereja belum melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Tuhan, yaitu menjadi saksi yang penuh Roh Kudus di tengah-tengah kehidupan yang nyata.
Pesan Yesus menjelang kenaikan ke surga, kiranya bukan ditujukan kepada para murid saja, tetapi juga ditujukan kepada kita semua yang mengaku menjadi murid-murid-Nya. Maka kita masing-masing dan juga sebagai kesatuan dalam kelompok, menjadi saksi Tuhan sendiri. Menjadi saksi Tuhan yang telah wafat dan bangkit, yang mengampuni semua manusia agar semua manusia berbahagia bersama Bapa. Sama seperti para rasul, kita pun dibimbing dan diberi bantuan oleh Roh Kudus. Dengan begitu, tidak ada alasan bagi kita untuk merasa takut untuk memberi kesaksian pertobatan dalam hidup kita. Perubahan cara hidup yang lebih selaras dengan semangat kasih merupakan salah satu bentuk pewartaan kita. Marilah kita menjadi saksi Tuhan dengan menghayati hidup dalam semangat kebangkitan Tuhan, dan hidup dalam semangat pengampunan Tuhan.

Renungan Hari Rabu, 12 Mei 2010

Tidak Bosan Berdoa
1 Tessalonika 5 : 17

Tetaplah Berdoa !

Banyak dari kita pasti belum terpikir untuk mendoakan semua itu. Cobalah sekali-kali kita lakukan, maka anda akan tetap berdoa kapanpun, tentang apapun, dalam kedaan apapun dan dimanapun anda berada. Dan lega rasanya kalau dilakukan, karena dengan demikian hidup kita tetap berhubungan / terkoneksi dan berkomunikasi dengan TUHAN.
Dengan hidup terkoneksi dengan TUHAN, akan membuat kita menyadari bahwa TUHAN selalu bersama kita dalam keadan susah maupun senang, dimanapun dan kapanpun. Dalam pada itu mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya dari TUHAN. Percayalah Tuhan pun berkehendak demikian dan janganlah kita ragu melakukannya : Tetaplah berdoa !!
Pada saat kita mengalami ketakutan, kita tidak mencari pertolongan kepada orang lain atau kuasa kegelapan, tetapi mengutamakan iman bahwa kita memiliki ALLAH yang berkuasa mengatasi ketakutan, maka ALLAH akan memperhatikan hidup kita. Pada saat kita datang kepada DIA dalam doa yang penuh dengan iman, DIA pasti akan menjawab dan menolong kita. Dengan bersenjatakan kuasa Firman ALLAH, siapa yang dapat membuat kita takut?

Setiap doa yang kita naikkan dengan iman kepada kuasa TUHAN pasti akan mendapat jawaban dari DIA. Karena Firman TUHAN sendiri sudah mengatakan bahwa barang siapa yang meminta apa yang diperlukan dalam Nama TUHAN YESUS, DIA akan menyediakan sesuai dengan kehendak-NYA. Apakah setiap doa pasti mendapat jawaban dari TUHAN? Tidak semua doa mendapat jawaban dari TUHAN. Karena doa yang benar sangat tergantung pada hati masing-masing orang yang berdoa. Apakah hati kita memiliki Firman TUHAN atau tidak. Apakah kita benar-benar memiliki iman kepada TUHAN yang hidup atau tidak. Dan apakah kita benar-benar sudah mengenal siapa TUHAN ALLAH yang sebenarnya atau tidak?
Jika kita rindu untuk menerima jawaban atas doa-doa kita, hal-hal di atas harus ada dalam diri kita. Karena itu kita harus berbakti dan beribadah dengan sebaik-baiknya serta berusaha untuk mendapatkan pengajaran Firman ALLAH yang benar dan murni, sehingga kita dapat mengenal siapa TUHAN YESUS yang sebenarnya. Dengan demikian kita akan tertolong dari setiap masalah dan ancaman yang kita hadapi. Dan kitapun akan selalu memuji TUHAN dengan segenap hati kita atas setiap hal yang terima dari DIA. Sekalipun persoalan yang kita hadapi kita anggap begitu rumit, tetapi tidak ada yang mustahil bagi ALLAH. Maka dari itu, jangan pernah kita merasa bosan untuk berdoa, sebab IA tidak pernah bosan untuk mendengarkan segala doa yang kita naikkan kepada-NYA sebab IA adalah ALLAH yang penuh kasih.


Renungan Hari Selasa, 11 Mei 2010

Meminta Dalam Doa
Matius 7 : 8

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Tidak salah memang meminta kepada Tuhan, tapi seringkali kita terlalu fokus kepada kebutuhan duniawi yang instan ketimbang kebutuhan yang lebih penting. Kita akan lebih suka meminta kekayaan, mobil, hp baru, rumah dan sebagainya ketimbang minta diberkati dalam pekerjaan supaya berhasil. Kita akan lebih mudah meminta kesembuhan setelah sakit ketimbang komitmen untuk secara rutin berolahraga dan menjaga kesehatan sejak dini. Kita berdoa minta kelulusan tapi lupa meminta hikmat Tuhan turun atas kita ketika sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Kita selalu boleh datang kepada Tuhan untuk meminta sesuatu, tapi alangkah lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu apa yang harus kita minta. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Ada kalanya Dia tidak mengabulkan permintaan itu, dan itu bukan karena Tuhan pilih kasih, berat sebelah atau menutup telingaNya dari kita. Bukan karena tidak peduli tapi justru karena Dia sayang kepada kita. Terkadang kita tidak tahu bahwa yang kita minta bisa membawa kita ke dalam kejatuhan. Kita hanya melihat kulit luarnya yang nikmat, sedangkan isinya yang berpotensi menjauhkan kita dari Tuhan tidak kita lihat. Tidak heran ketika kita hanya diberi satu kesempatan untuk meminta sesuatu, kita pun akan bingung menentukan pilihan.

jika kita merasa tak sanggup lagi untuk menghadapi persoalan yang demikian menghimpit diri, kenistaan yang demikian memalukan hati, keterpencilan yang demikian menikam jiwa, mintalah kepada-Nya, berharaplah kepada-Nya dan percayalah kepada-Nya. Dan Dia akan hadir dalam diri sesama kita, dalam diri orang-orang yang mungkin kita lupakan. Carilah dan ketoklah hati mereka. Berusahalah, berjuanglah, maka kelak kita akan menemukan keajaiban. Bukan keajaiban yang mendadak seperti yang kita angankan, tetapi keajaiban setelah perjuangan panjang kita. Saat itu, kita akan merasa lega. Merasa puas dan bahagia. Karena Dia telah mengatakan pada kita, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." (Mat 11: 28 – 30)
Jika Anda mengalami kegagalan sebelumnya, sekarang saatnya Anda harus mengambil sikap positif. Pelajari letak kegagalan Anda dan mulai ambil langkah yang baru dengan sikap yang baru. karena Allah kita adalah Allah yang merestorasi. Selalu ada jalan jika Anda mencari Dia. Sampai kita benar-benar tekun mencari dan mengejar Dia, maka kehidupan kita tidak akan berubah. Kejar Tuhan, karena Tuhan suka memberi upah pada yang tekun memburu-Nya.

Renungan Hari Senin, 10 Mei 2010

Doa Yang Dikabulkan
Markus 11: 24
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Beranikah kita mengatakan bahwa hidup ini tak pernah menghadapi masalah? Jangankan yang hidup, orang matipun tidak bisa mungkin lari dari masalah. Dunia ini sudah di cemari dengan masalah sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Dari zaman Adam – nabi – rasul dan globalisasi masalah itu tetap dihadapi. Adakah masalah yang tak terselesaikan sebagai orang yang percaya akan Tuhan? Kesemuanya itu tergantugn bagaimana hubungan kita dengan Tuhan dan firman-Nya. Pemazmur berkata : (Mazmur 118:5).
Yesus memberi peluang dan pengharapan: (Matius 11:28). Percaya yang menerima bukanlah iman yang dihasilkan oleh manusia tapi diberikan kepada hati yang percaya oleh Allah. Kadang-kadang jawaban atas permohonan yang diinginkan iman datang segera tapi disaat lain tidak. Namun doa yang dipanjatkan telah didengar dan permohonan itu aka dikabulkan. Ketidakpastiannya menyangkut waktu penggenapannya, bukan pengabulannya. Doa dengan iman harus dilandaskan pada kehendak Allah.

Marilah kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki pengenalan yang sebenarnya akan Tuhan dan segala kemampuanNya. Seringkali kita gagal mengalami mukjizat, pemulihan, atau lawatan Tuhan justru dari kegagalan kita sendiri untuk percaya. Keraguan kita sendirilah yang menghambat turunnya mukjizat Tuhan secara nyata. Seringkali kita terlalu sibuk mempergunakan kemampuan daya pikir kita yang terbatas ini dan membatasi Tuhan untuk bekerja leluasa sebebas-bebasnya dalam hidup kita. Kita meragukan kuasaNya, dan tidak mengijinkan Tuhan melakukan pekerjaanNya yang dahsyat dan ajaib. Akibatnya kita tidak pernah mengalami sesuatu perkara besar dalam diri kita. Bukan karena Tuhan tidak peduli, namun ternyata karena kita gagal memiliki iman yang percaya penuh kepadaNya. Bila kita percaya, yakinlah bahwa tidak ada satupun hal yang mustahil bagi Tuhan. Dan yakinlah bahwa semua itu akan kita terima. Alami pengalaman luar biasa bersama Tuhan lewat kepercayaan penuh kita kepadaNya.
Berdoa bukanlah pekerjaan rodi, melainkan kebutuhan dan keinginan yg keluar dari hati nurani kita, sama seperti juga keinginan untuk berkomunikasi dgn orang yg kita kasihi. Maka dari itulah berbahagialah orang yg bisa berdoa. Kalau kita merasa terpaksa untuk berdoa lebih baik jangan berdoa sama sekali, sebab doa bukanlah kewajiban melainkan keinginan. Orang yg berdoa adalah orang yg selalu menpunyai pengharapan kepada siapa ia masih bisa memohon dan mengharap, disamping itu kita akan selalu mempunyai tempat, kepada siapa kita bisa berbagi rasa suka maupun duka, bahkan dgn sabarnya Allah selalu mau mendengar keluhan maupun permohonan kita - Apa saja, Kapan saja dan Dimana saja - doa kita panjatkan, akan selalu didengar olehNya.


Renungan Epistel Minggu Rogate, 9 Mei 2010

Mendoakan Bangsa Dan Negara
1 Timoteus 2 : 1-7
Apa arti memberikan nyawa menjadi tebusan bagi banyak orang? Nyawa adalah yang menghidupi dan menggairahkan serta membuat dinamis ‘tubuh’, sehingga tubuh fuingsional untuk kebahagiaan dan keselamatan tubuhnya sendiri. Secara konkret nyawa rasanya menjelma menjadi harapan-harapan (bukankah harapan menggairahkan atau membuat kita hidup secara dinamis?). Maka memberikan nyawa menjadi tebusan bagi banyak orang juga dapat berarti mempersembahkan harapan demi kebahagiaan dan kesejahteraan banyak orang. Sebagai pemimpin atau penguasa hal itu antara lain berarti ia harus memiliki harapan atau cita-cita agar rakyat/umat atau yang dipimpin dan dikuasai menjadi bahagia dan damai sejahtera, yang menjadi nyata dalam cara hidup dan bertindak seorang pemimpin. Ia senantiasa bersama dengan dan berpihak pada rakyat/umat. Salah satu tanda keberhasilan atau kesuksesan seorang pemimpin adalah rakyat/umat yang dipimpin hidup bahagia, damai sejahtera lahir dan batin, jasmani dan rohani.
Apa yang pernah dilakukan Daniel sekian ribu tahun yang lampau. Pada saat itu Daniel menyadari betapa porakporandanya bangsanya. Apa yang dilakukan Daniel? Hanya apatis saja? Itu bisa saja dia lakukan, mengingat dia bukanlah termasuk salah satu dari orang yang berbuat kejahatan di mata Tuhan. Tapi lihatlah bahwa Daniel mengambil waktu untuk berdoa bukan difokuskan untuk dirinya sendiri tetapi untuk bangsanya. Bacalah seluruh isi doa Daniel yang tertulis dalam Daniel 9:1-19. Sungguh menarik melihat bahwa Daniel menggunakan kata "kami" dan bukan "mereka". Daniel memiliki sebuah kerendahan hati untuk tidak bermegah diri meski dia sendiri sudah mengaplikasikan hidup benar dan akrab dengan Tuhan sejak semula. Daniel mengasihi bangsanya. Ia peduli. Ia tahu bahwa ia merupakan bagian dari bangsanya. Jika bangsanya menderita, ia pun akan turut menderita. Sebaliknya jika bangsanya makmur dan sejahtera, maka ia pun akan menjadi bagian yang bisa menikmati itu. Daniel mengerti bahwa meski ia tidak berbuat satupun kesalahan, tapi biar bagaimanapun ia tetap merupakan bagian yang terintegrasi dengan bangsa yang saat itu tengah memberontak, tengah berperilaku fasik, bangsa yang bergelimang perilaku menyimpang dan dosa. Selain itu, Daniel sadar betul bahwa jika bukan dia, siapa lagi yang harus berdoa agar malapetaka dan murka Tuhan dijauhkan dari bangsanya? Maka lihatlah bagaimana Daniel berdoa.

Sudahkah kita menjadi anak-anak Tuhan yang tidak egois, tidak apatis dan peduli dengan kemakmuran serta kemajuan bangsa kita? Sudahkah kita ambil bagian sesuai porsi kita, setidaknya berdoa syafaat bagi bangsa kita? Sebagai anak bangsa, sudah selayaknya kita peduli dan turut mendoakan bangsa dan negara kita. Dalam surat untuk Timotius, Paulus mengatakan demikian: "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan." (1 Timotius 2:1-2). Mengapa demikian? "Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran." (ay 3-4). Tuhan tidak ingin satupun dari kita untuk binasa, Dia tidak pernah bersenang hati melihat kehancuran sebuah negara dan bangsa, karena Dia adalah Bapa yang penuh kasih. Keselamatan sudah dianugerahkan lewat Kristus untuk semua bangsa, semua golongan, semua ras, tanpa terkecuali. Tapi bagi yang sudah selamat, sudahkah kita meluangkan waktu untuk mendoakan bangsa kita sendiri? Kuasa doa itu sesungguhnya amat besar, apalagi jika dilakukan oleh orang yang benar. "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16b).
Doa syafaat adalah seruan permohonan kepada Tuhan atas nama pihak lain. Tuhan memedulikan doa semacam ini. Abraham berseru kepada Tuhan atas nama Lot, dan Lot pun diselamatkan. Tuhan ingat seruan Abraham. Kita pasti pernah, atau bahkan sedang diberkati karena seseorang mendoakan kita. Namun, sebaliknya, biarlah ada seseorang yang juga diberkati karena Allah ingat akan doa-doa kita untuknya. Marilah kita mendoakan bangsa dan negara kita agar dalam keselamatan, damai sejahterah.

Renungan Hari Minggu ROGATE, 9 Mei 2010

Selalu Berdoa
Bilangan 14 : 11-20

Tuhan YESUS tidak akan membiarkan umat-Nya mengalami masalah melebihi kemampuan diri kita yang terbatas ini. Tuhan tahu sampai seberapa jauh batas kemampuan diri kita dalam memecahkan masalah yang kita hadapi. Dalam menyikapi permasalahan hidup yang terjadi, ingatlah apa yang dikatakan oleh Yesaya 41:10 yang menulis demikian: "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan"
Kekuatan dan pertolongan YESUS KRISTUS akan memampukan diri kita untuk bangkit dalam memecahkan masalah hidup yang kita alami. Tuhan YESUS akan memampukan diri kita mencari jalan keluar dan solusi yang terbaik dalam memecahkan permasalahan hidup yang kita alami. Janganlah kita putus asa dalam menghadapi permasalahan hidup yang terjadi tersebut,dan juga jangan terlalu dipikirkan dengan serius permasalahan hidup tersebut. Ketidaksanggupan diri kita dalam menghadapi permasalahan hidup, bisa menambah beban pikiran, akhirnya lama kelamaan menjadi stress. Jangan terlalu mendalam memikirkan permasalahan hidup yang menimpa diri kita. Ingatlah akan kekuatan doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Doa yang dipanjatkan dari hati yang tulus dan jiwa yang berserah penuh kepada Tuhan, akan dikabulkan oleh Tuhan. Matius 11:28 berkata demikian: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu"

Sebagai orang Kristen, kita seharusnya percaya bahwa permasalahan hidup yang menimpa diri kita, Tuhan ijinkan terjadi atas diri kita agar kita dapat memiliki karakter serupa dgn YESUS. Dan juga agar mental kita menjadi kuat, tahan goncangan ketika di lain hari kita kembali didera masalah hidup. Yakinlah bahwa Tuhan mempunyai RANCANGAN HIDUP yang indah bagi kita, jadi ketika kita mengalami permasalahan hidup, berpikirlah positif dan serahkanlah semua permasalahan hidup tersebut ke dalam tangan Tuhan. Yakobus 1:2-4 berkata demikian: "Anggaplah sbg suatu kebahagiaan jika kamu jatuh dalam berbagai pencobaan. Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu mjd sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun"
Karena itu Dia mengajarkan agar kita mengikuti teladan kemurahan hatiNya, supaya kita tidak menahan berkat yang harus kita salurkan kepada orang yang membutuhkan pertolongan kita (Amsal3:27). Bagi orang yang melakukan firmanNya tersedia berkat yang bukan sekedar berkat biasa, tetapi berkat seratus kali lipat. “Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Renungan Hari Sabtu, 08 Mei 2010

Semakin Behikmat
Kolose 3 : 16
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
Jika Anda menuruti prinsip membaca Alkitab, sejangka waktu kemudian, pengetahuan Alkitab Anda pasti banyak bertambah. Kalau mungkin, setiap hari menghafal satu ayat atau dua ayat. Pada permulaannya, selalu memerlukan sedikit paksaan, melakukan satu perkara yang ditentukan, setelah sejangka waktu baru bisa mendapatkan bantuan. Selain pembacaan Alkitab secara pribadi, jika berjumpa dengan saudara saudari dan berkumpul bersama, juga boleh bersama-sama membaca sepotongan Alkitab. Saudara saudari saling menghafal Alkitab juga bisa mendatangkan satu faedah yang besar. Terhadap satu ayat Alkitab Anda tidak paham, begitu ditaruh di mulut orang lain dan dihafalkan, Anda bisa memahaminya.
Kelihatannya ini aneh, tetapi ini fakta. Ketika saudara saudari berhimpun bersama, bisa mendapatkan terang, mendapatkan terang yang tidak bisa didapatkan secara individu. Karena itu, sering kali, ketika saudara saudari berkumpul bersama, paling baik jangan mengobrol, kita boleh membuka Alkitab dan membaca, tidak diuraikan juga tidak mengapa. Seorang membaca semua mendengar, ini boleh; bergiliran membaca, juga boleh, Anda membaca pasal yang Anda baca hari ini sekali, saya membaca yang saya baca satu pasal, juga boleh. Membaca secara demikian bisa membuat Anda mendapatkan barang-barang yang ada di dalam Roh Kudus. Bagaimanapun Alkitab harus sering dibaca, banyak dibaca, dibaca hafal, dibaca teliti, dibaca secara terencana, demikian baru bisa dengan kaya limpah menyimpan perkataan Allah di dalam hati.

Mari kita periksa diri kita hari ini. Apa yang mendominasi isi doa kita? Sudahkah kita benar-benar bersyukur atas perlindungan dan penyertaan Tuhan? Apakah porsi permohonan kita masih jauh lebih banyak dibanding ucapan syukur? Meminta Tuhan memberkati hidup, keluarga, pekerjaan atau pelayanan kita berikut daftar-daftar permintaan yang lebih rinci memang tidak salah. Tapi adalah salah jika kita hanya tahu meminta tanpa berterimakasih dan bersyukur. Tidak saja sekedar mengucap syukur, tapi berikan pula mazmur, puji-pujian kepada Tuhan.
Meskipun saat ini kita masih berhadapan dengan kejadian yang seolah merugikan, ingatlah bahwa Tuhan itu selalu baik dan tidak pernah berubah. Berkali-kali Dia sudah membuktikan mukjizatNya, dan jika dulu Dia bisa, sekarang pun sama. Tuhan tetap sanggup mengubah masalah seberat apapun menjadi kebahagiaan. Doa dengan ucapan syukur merupakan doa yang dinaikkan dengan iman, yang percaya bahwa Tuhan sanggup mengubahkan keadaan apapun. Karenanya, berhentilah mengisi setiap doa dengan keluh kesah dan permintaan tanpa henti. Gantilah dengan ucapan syukur, dan Tuhan akan menjawab doa-doa anda.


Renungan Hari Jumat, 07 Mei 2010

Bernyanyi Dengan Segenap Hati
Efesus 5: 19b

Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati
Di dalam ibadah kita tidak hanya diam dan mendengar saja, melainkan juga tidak mungkin untuk tidak berkata-kata. “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata” (I Kor 4:13), maka dengan berkata-kata kita menyatakan iman kepercayaan kita, baik kepada saudara seiman kita agar kita saling menguatkan, maupun kepada mereka yang belum percaya sebagai satu kesaksian yang hidup agar mereka boleh percaya. Jika di dalam keheningan kita mendengar Tuhan berkata-kata kepada kita, maka berkata-kata seorang kepada yang lain serta bernyanyi dan bersorak bagi Tuhan merupakan tanggapan kita terhadap perkataan-Nya. Berkata-kata dalam mazmur berarti kita memuji Tuhan dengan perkataan-Nya sendiri, “Allah sendirilah yang membuat kita mengucapkan kata-kata itu, seakan-akan Dia sendirilah yang bernyanyi di dalam kita untuk memuji kemuliaan-Nya,” demikian tulis Calvin. Kidung puji-pujian dan nyanyian rohani menyatakan bahwa penggunaan musik di dalam ibadah sangatlah penting karena melalui musik kita mengekspresikan pujian kepada Tuhan yang tidak bisa dilukiskan hanya dengan kata-kata saja.

Dalam nasihatnya kepada jemaat Efesus, Paulus menganjurkan agar mereka “berkata-kata seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung pujian dan nyanyian rohani” (5:19). Dengan perkataan lain, Paulus ingin, agar dalam saling berkomunikasi satu dengan yang lain, orang kristen tidak hanya berbicara tentang di mana ada restoran enak atau toko mana sedang obral besar atau sinshe mana yang sedang ngetop. Tapi saling mengkomunikasikan “mazmur” (= nyanyian dari Allah), “kidung pujian” (nyanyian bagi Allah), dan “nyanyian rohani” (nyanyian tentang Allah). Musik dan nyanyian menyehatkan “tubuh”. Itu kita tahu. Tapi bila kita mampu menjadikan seluruh hidup kita itu sebuah “nyanyian” yang “dari Allah”, “bagi Allah” dan “tentang Allah” .
Bila kita merenung sejenak, ada banyak peristiwa pahit yang mendera bangsa kita. Namun, karena Tuhan punya rencana agung dalam hidup kita, maka kita pun dihindarkan dari segala mara bahaya tersebut. Maka, sangat bijaksana bila kita menggunakan hidup ini untuk memuliakan Dia. Ingat, hidup seingkat dan takkan terulang lagi. Bila kita tidak menggunakannya dengan baik, maka hidup ini menjadi sia-sia. Hidup yang tak berdampak.


Renungan Hari Kamis, 06 Mei 2010

Nyanyian Baru
Mazmur 98 : 1
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
Pada usia 94 tahun, pendeta Willis menjalani perawatan khusus. Dari kursi rodanya, is bersaksi dengan penuh suka cita tentang bagaimana Allah telah memberinya ladang misi baru untuk memberitakan Injil. Ketika ia harus selalu terbaring di ranjang beberapa tahun kemudian, ia berkata dengan antusias karena berada di posisi terbaik yang paling memungkinkan untuk memandang Allah. Saat ia meninggal pada usia 100 tahun, pendeta Willis meninggalkan warisan sabagai seseorang yang menyayikan satu pujian baru di setiap peristiwa yang dialaminya selama ia hidup di dunia.

Mazmur 98 mengajak kita untuk menyanyikan suatu pujian baru bagi Allah yang “telah melakukan perbuatan-perbuatan ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus” (ay.1). kita harus memuji-Nya –bahkan di masa kesusahan –karena Allah mengingat “kasih setia dan kesetiaan-Nya” (ay.3). meskipun mazmur ini menceritakan tentang Allah yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan, ini juga merupakan nubuatan tentang keselamatan ita melalui Yesus Kristus, Tuhan kita. Dan ketika kita mengingat apa yang sudah Allah lakukan bagi kita, kita bisa memercayai-Nya untuk membantu kita menghadapi kesusahan-kesusahan di masa sekarang, dan juga ketidakpastian di masa depan.
Maka dari itu, nyanyikan pujian bagi TUHAN yang selalu baru sebagai salah satu wujud iman kita atas kebesaran kuasa-NYA yang mengatur segala kehidupan kita. Jangan lagi menyanyikan lagu lama yang berisi penyesalan, kesedihan, duka cita, tetapi lagu baru yang penuh dengan pujian, penyembahan dan ucapan syukur karena DIA sudah menurunkan damai sejahtera, pertolongan, mujizat, dan Keselamatan dalam YESUS KRISTUS. Untuk itu kita harus mengerti arti sebenarnya mengapa ALLAH mengutus KRISTUS YESUS untuk datang ke dunia ini

Renungan Hari Rabu, 05 Mei 2010

Melihat Perbuatan Dalam Kesempatan Baik
Roma 15 : 21
Tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."
Mungkin kita akan berpikir kembali dan penuh penyesalan, ketika kita baru menyadari bahwa kita kurang memperhatikan lingkungan sekitar kita. Dimana kesempatan kita sebagai orang Kristen haruslah maksimal dalam pemberitaan Injil. Coba simak cerita berikut;
Kubilai Khan adalah kaisar terbesar dalam sejarah Mongolia setelah Jenghis Khan, kakeknya. Pada abad ke-13, Kubilai Khan menerima kedatangan para pedagang Eropa. Setelah berbincang, kaisar tertarik dengan iman kristiani. Jadi, ia meminta agar ada seratus misionaris yang dikirim ke Mongolia untuk mengajar tentang Yesus. Namun, gereja di Eropa tak merespons. Mereka terlalu sibuk dengan urusan internal gereja, sehingga hanya ada dua misionaris yang dikirim, yaitu Nicholas dan William. Mereka pun tidak sampai ke Mongolia karena tak tahan menghadapi situasi perang yang sedang terjadi di Asia Tengah. Mongolia pun gagal dimenangkan bagi Kristus. Kelalaian gereja pada masa lampau juga masih kerap terjadi pada zaman ini. Orang kristiani terlalu sibuk dengan urusan internal gereja. Akibatnya, gereja makin tertutup terhadap dunia di sekelilingnya karena “temboknya” semakin tinggi. Dan “tembok” itu membuat kita lupa bahwa semestinya kita ini menjadi pembawa berita baik bagi mereka yang masih banyak berdiri “di luar tembok”.

Karena kesibukan kita membuat kita kurang melihat dengan bijak kesempatan-kesempatan yang ada untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. Kini saatnya kita memberi contoh dan teladan Paulus yang setiap waktu bekerja keras dalam pelayanannya; agar tujuan sebagai murid-murid Tuhan dapat diterapkan dalam kehidupan kita. Sehingga mereka yang belum pernah menerima berita tentang Yesus Kristus akan melihat dari perbuatan dan sikap kita yang mau terbuka, sehingga mereka dapat memuliakan Tuhan. Amin (EM).

Sabtu, 22 Mei 2010

RENUNGAN MINGGU PENTAKOSTE I, 23 Mei 2010

Roh Kudus Menyertai Kita
Yoel 2 : 28-32

Pada saat seseorang telah diterangi oleh Roh Kudus sampai tahap dia dapat mengetahui bahwa Yesus sebagai benar-benar Kristus, dan kemudian orang itu menuduh Kristus berasal dari Setan, maka orang itu telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. Apa yang anda harapkan jika anda sendang mempunyai masalah yang begitu berat ? jawabanya pasti adalah harapan untuk mendapat pertolongan dari seseorang yang dapat menolong. Baik itu rekan maupun kerabat. Tetapi bagaimana jika yang anda harapakan menolong justu tidak peduli dengan anda ? pasti ada perasaan kecewa , marah dan menjadi permusuhan. Tapi apakah anda dalam kondisi seperti itu masih ingat Tuhan ?
Bacaan kita dalam Yoel 2 hari ini sebernarnya adalah kondisi yang tidak menguntungkan untuk bangsa Israel. Mereka di tindas, diremukkan oleh lawan-lawan mereka. Kitab Yoel mengambarkan bahwa bangsa yang menindas mereka adalah bangsa yang kuat dengan kekuatan yang tiada tara, sebab giginya seperti singga dan taringnya seperti singa betina ( Yoel 1:6) bangsa itu adalah bangsa Romawi yang berkuasa pada waktu itu. Ditambah kondisi ekonomi mereka karena gagal panen. Pada waktu ada hama belalang dengan jenis yang berbeda-beda. Ada belalang pengerip, belalang pindahan, belalang pelompat dan akan dihabisi oleh belalang pelahap ( Yoel 1:4).
Jika digambarkan maka sudah jatuh tertimpa tangga. Yang artinya sugguh malang apa yang dialami oleh bangsa pilihan ini. Pertanyaanya adalah mengapa Tuhan ijinkan hal itu dialami oleh bangsa ini ?

Jika digambarkan maka sudah jatuh tertimpa tangga. Yang artinya sugguh malang apa yang dialami oleh bangsa pilihan ini. Pertanyaanya adalah mengapa Tuhan ijinkan hal itu dialami oleh bangsa ini ?
1. Dalam kondisi apapun Tuhan tetap memberi pengharapan. Secara manusia tidak mungkin kondisi ini akan dapat diatasi oleh bangsa pilihan, tetapi dibalik apapun yang kita alami masih ada pengharapan. Pengharapan itu adalah Tuhan akan mencurahkan RohNya atas semua manusia. Roh Kuduslah yang membuat mereka bertahan. Sebagai orang percaya kita sudah mempunyai Roh Kudus , itu sebabnya kita pasti ada jalan keluar apapun yang sedang kita hadapi. Sehingga kita dapat berkata pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita ( I Kor 10:13).
2. Dalam kondisi apapun kita dapat melihat kuasa Tuhan. Kondisi yang dihadapi tentunya secara manusia mereka dapat putus asa , tetapi apapun yang sedang dialami Allah sudah memberi kita Roh Kudus. Dengan Roh Kudus tersebut kita akan mengerti apa yang akan terjadi didepan kita. Kitab Yoel berbicara dengan kata Nubuatan. Nubuatan itu berupa mimpi, dan penglihatan-penglihatan. Tetapi sekaligus juga akan ada mujizat-mujizat yang mereka lakukan. Inilah karya Tuhan dalam berbagai masalah yang kita hadapi. Kita mengerti rencana Tuhan dan juga mengalami kuasa Allah.
Sekarang bagaimana dengan kita, Adalah kita sedang dalam berbagai masalah yang kita hadapi ? jika sedang dalam pergumulan mari kita makin tekun mencari Tuhan. Karenya kitab Yoel menegaskan bahwa yang mencari tuhan akan diselamatkan ( ayat 32) bahkan ditambahkan mencari Tuhan di gunung Sion Tuhan. Dimana Allah bertahta disana. Mari kita juga cari Tuhan di rumah Allah ( sion) disanalah ada kemenangan dan penghiburan.
Roh Kudus adalah kasih antara Allah Bapa dan Allah Putra. Kapan saja Allah memberi kita sesuatu yang berdasarkan kasih, kita menyebutnya karya Roh Kudus. Karena segala sesuatu yang telah Tuhan berikan kepada kita, diberikan dalam kasih. Roh Kudus pun selalu bekerja dalam hidup kita. Galatia 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu
Karena Roh Kudus adalah kasih, Roh Kudus ada dalam diri kita sehingga memungkinkan kita untuk mengasihi Allah dan orang lain. Kasih Anda menolong anak Anda saat ia merasa putus asa dengan pekerjaan rumahnya atau saat ia bermasalah dengan teman-temannya. Begitu pula dengan kasih Allah, dalam pribadi Roh Kudus, akan membantunya bila ia ingat untuk memintanya melalui doa singkat.


JAMITA MINGGU PENTAKOSTE I, 23 Mei 2010

Pangasahon Gogo Ni Tondi Parbadaia
Yoel 3 : 1 – 5
I. Patujolo
Hamu angka dongan na hinaholongan dibagasan Jesus Kristus, Molo tajaha Buku Joel on jala tajaha muse Alkitab di Hata Indonesia, mansai asing muse parpeak ni turpuk on.
Molo Bibel Padan na Robi i ma terjemahan na sian hata heber (Ibrani), molo Bibel Padan NA Imbaru ima terjemahan na sian Hata Gorik. Di seluruh dunia, sampai dengan 31 Desember 2006 Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam 2.426 bahasa.
Ia turpuk on i ma alus ni Debata di hamumuba ni Bangso Israel, laos patuduhon bagabaga haluaon di masa Eskhatologis; marhite na patuduhon tanda-tanda hasasaor ni Tondi Parbadia (28,29) dohot tanda-tanda kosmis (30,31)na gabe patujolo haroro ni ari ni Tuhan. Ari ni Tuhan na mamboan haluaon dohot pasupasu di angka jolma na manjou goarNa (32). Molo di bindu dijolo ni turpuk on dipatorang do ari ni Tuhan na mamboan uhuman di angka jolma na so sintong manjou goar ni Tuhan. Alai siala hamumuba ni bangso i umbahen na dibagabagahon Tuhan haluaon. Ia haluaon napinasahatnai i ma ditingki masa Messianis.

II. Hatorangan
a. (Ay.28-29 ) Tondi: Roh; Ruakh, na marlapatan sada hagogoon ni ngolu, laos pangoluhon. Ia tondi i patuduhon pangalahona marhite sangkap ni jolma dohot angka ulaon ni jolma. Laos songoni do pangalahona, ia Tuhan i jonok tu bangsoNa, jala usehononNa TondiNa. Ia Tondi ni Debata i ma silehonlehon na ummarga dimasa haluaon. Ia masa haluaon i ndang dapot astuanna molo so marhite Tondi i (Jes.32: 15; 44:3; Yeh.39:29; Zakh.12:10). Ia hita pe ndang dapot antusanta manjaha sangkap ni Debata molo so mardongan TondiNa i. Molo didok “ diusehon” namarlapatana ia Tondi ni Debata dilehon manggohi songon parro aek udan. Diusehon Debata TondiNa tubagasan ateatentta, djala dison ma jolma i pasahathon hibul dirina. Hita angka bangso ni Debata ndada bangso marhite parmargaon manang pardagingon songon bangso Israel.
Alai hita do naung tinobus dibagasan Jesus Kristus. Angka na porsea i do na manjangkon hagogok ni Tondi i sian Debata. Molo ia di Padan Na Robi haroro ni Tondi Parbadia holan tu angka raja dohot angka panurirang do ( 1 Sam. 10:6,10; Jes.11:2). Alai dipatorang Panurirang Joel do, molo hasasaor Tondi Parbadia dilehon do tu sude jolma (tu nasa sibuk) tu angka anak dohot boruboru, ndang mardia imbar dohot do naposona baoa, dohot boruboru (hamba-hamba). Molo didok manurirangi; na marlapatan sude ma angka na mandapot hasasaor ni Tondi ma gabe panurirang na laho manurirangi ulaonna di tingki haroroNa. Patuduhononna do dison pangalaho ni angka na manurirangi gabe hasadaon ni Debata. Hamu angka dongan na marlapatan mai mandok sa TONDI. Molo hea tajaha pandok ni si Musa di 4 Musa 11:29 Alai ninna si Musa ma mandok ibana: Tung tama ma ho mangiburu mandingkani ahu? Anggiat nian dipangido rohangku sandok bangso ni Jahowa manurirangi, jala dibasabasahon Jahowa Tondina songgop tu atasnasida. Marhite pandohan i na ni igil i ma; adong hasadaon naimbaru dibagasan Tondi Parbadia. Alai sai holsoan do iba molo adong ruas na tangkang, na sai marpangalaho roha batu; na mansai maol umpatton; goarna ma batu. Sotung gabe saor tondi ni sibolis laho paliluhon haporseaonta. Gabe ndang satondi hita.
b. (ay.30-31); Tanda-tanda ni haroro ni Tondi Parbadia patuduhon haroro ni Ari ni Tuhan; marhite mudar dohot api dohot timus na marsijongjong: na patuduhon angka porang, dohot halumlamon; muba do mata ni ari gabe haholomon binahen ni angika parporangandi angka bangso, jala bulan gabe mudar; Patuduhon haroro ni Jahowa na bolon jala na songkal. Boi do gabe mabiar hita manjaha turpuk on. Lai diangka na porsea sai tongtong do margogo laho patuduhon haroro ni Tuhan ingkon sonang ma angka na porsea manjanghonsa. Jala na malua ima angka na manjou goar ni Debata Jahowa (ay.32). Angka na manjou Goar ni Jahowa ima angka na manjangkon hasasaor ni Tondi Parbadia. Alai molo taida dipartingkian on, mansai godang jolma na manjou goar ni Jahowa alai ndang marpangalaho parbue ni Tondi. Hape nunga diparbaga Debata (dijou Debata) tu hita; asa tarespon panjouonNa marhite na olo hita joujou tu Debata jahowa. Molo tajou Goar ni Debata ndang ala ni langgus ni rohanta, manang ala ni teal ni rohanta; alai sandok tajou goarNa ala ni HolongNai tu hita jala hita manghaholongi Jahowa. Alai boasa adong jolma na manjou Jahowa ndang marhite holong. Ai pargabus do jolma molo didok ibana holong rohana mida Jahowa hape donganna dihosomi. Ala ni i manat hita hamu angka dongan; siala ditongatonganta sai adong do jolma na so satondi dohot hita. sian dia ma i taboto ? ima sian parbue ni Tondi i do dohot parbue ni pangalaho daging. Galatia 5:19 Alai tandap do parulaon ni daging, i ma parmainanon, hahodaron, pargadombuson, 5:20 hasipelebeguon, hadatuon, parmusumusuon, parbadabadaon, pangiburuon, rimasrimas, pargutugutuon, parsalisian, partahitahion, 5:21 bunubunu, parmabuhon, haormuson jala angka na suman tusi. Naung hupaboa najolo tu hamu, songon i do nang nuaeng: Ndang teanon ni angka na mangulahon sisongon i harajaon ni Debata. 5:22 Alai angka on do parbue ni Tondi: Holong dohot las ni roha, dame dohot lambas ni roha, habasaron, habasaon, haporseaon, halambohon dohot hatomanon. 5:23 Ndang maralo patik dompak angka sisongon i

c. Sipahusorhusoron
1. Hamu angka dongan molo angka na porsea tontu nunga mamparuloshon Tondi Porbadia marhitehite Pandidion na badia i, asa diangka panjouonNa, tajangkon dibagasan rohanta. Unang ma sanga hita manulak panggora ni Tondi Parbadia i dibagasan rohanta.Matius 12:32 mandok; Asa molo adong na mandok hatana mangalo Anak ni jolma i, hasesaan do i; alai molo adong na mandok hatana mangalo Tondi Parbadia i, ndang na sesa anggo i, manang di hasiangan on, nang di na ro sogot.
2. Molo tajangkon Tondi i dibagasan Ngolunta; tontu hamubaon ni roha gabe marhaimbaruon do pangalaho nang panghataionna laho mamuji nang pasnagaphon Debata. Sifat ni angka na ginohan ni Tondi: sai joujou do i tu Tuhan Jahowa; alai sabalikna angka na so manjanghon Tondi i sai manjou goar ni sibolis do laho mangagohon donganna.


Kamis, 06 Mei 2010

Renungan Hari Selasa, 04 Mei 2010

Tunjukkan KeselamatanNya
Yesaya 52 : 10

TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.
Nabi Yesaya melihat, namun dia tidak boleh memasuki Ruangan Maha Suci, tempat di mana ALLAH bertakhta. Ruangan Maha Suci tidak boleh dimasuki sembarang orang. Hanya Imam Besar yang setahun sekali diizinkan masuk ke ruangan itu. Yesaya hanya dapat melihat kekudusan dan kebesaran ALLAH dari Ruangan Suci. Namun pada saat YESUS mati, tirai penyekat antara Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci terbelah menjadi dua. Ketika YESUS mengatakan "Sudah selesai!", tirai yang tebalnya 4 cm itu terbelah miring dari atas ke bawah. Dengan terbelahnya tirai itu, maka Ruangan Maha Suci dapat terlihat dari Ruangan Suci. Sejak YESUS mati, kita dapat melihat ALLAH bertakhta di atas singgasana kebesaran dan kemuliaan-NYA.
Dari Ruangan Suci, nabi Yesaya melihat para Serafim yang berseru, "Kudus, kudus, kudus!" Para malaikat itu tidak menyerukan "Kuasa, kuasa, kuasa!" sebab karakter ALLAH yang paling menonjol adalah kekudusan-NYA. DIA adalah ALLAH yang kudus, oleh sebab itu DIA yang paling berkuasa. Karena DIA adalah ALLAH yang kudus, maka kekallah kuasa-NYA. Betapa pun manusia memiliki kekuasaan, namun kekuasaan yang dimilikinya tidaklah langgeng. Salah satu contoh adalah Napoleon. Karena tidak kudus, lenyaplah kekuasaannya yang ada di pundaknya. Hanya namanya yang menjadi kenangan di dalam kitab-kitab sejarah.

Kuasa yang telah dilakukan oleh Yesus adalah ‘menyelamatkan dunia’ antara lain dengan ‘memberi makan yang lapar, memberi minum yang haus, menyembuhkan yang sakit, menghibur yang sedih, menegakkan yang loyo atau tak bergairah, memberi tumpangan bagi orang asing, mengunjungi yang kesepian, dst. Dalam hidup dan kerja bersama kita kiranya ada yang lapar, haus, sakit, sedih, loyo/tak bergairah, terasing dan kesepian, maka marilah kita memperhatikan mereka seperti telah dilakukan oleh Yesus. Bersama dan bersatu dengan Tuhan kita pasti akan mampu memberi makan yang lapar, menyembuhkan yang sakit, dst…. Segala macam bentuk penderitaan yang terjadi hemat saya karena dosa manusia, entah dosa orang yang bersangkutan atau dosa orang lain, berasal dari setan, buah karya setan. Sebagai manusia yang lemah dan rapuh kita tak akan mampu mengalahkan setan, tetapi bersama dan bersatu dengan Tuhan kita akan mampu mengalahkan setan.

Renungan Hari Senin, 03 Mei 2010

Tidak Perlu Kuatir
Kejadian 15 : 2
Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.
Abraham adalah bapa orang beriman dan sekaligus sebagai kakek moyang dari Gereja TUHAN. Untuk itulah kita wajib mempelajari kehidupan Abraham, karena hidupnya menjadi pola kehidupan Gereja TUHAN hingga saat ini. Sebelum dipanggil ALLAH, Abraham adalah seorang penyembah berhala, tetapi kemudian menerima kasih karunia ALLAH yang memanggilnya untuk keluar dari Ur-Kasdim ke suatu tempat yang belum dikenal oleh Abraham.
Ada janji-janji tertentu yang membuat seluruh kekuatan neraka berusaha untuk menghalanginya jadi kenyataan. Salah satunya adalah janji bahwa bangsa yagn besar akan memberkati seluruh dunia.Seluruh kekuatan neraka bangkit untuk menghalangi janji tersebut menjadi kenyataan! Tiba-tiba, ada 3 hal sederhana yang terjadi dalam kehidupan Abaraham. Dan waktu Abraham meresponi dengan benar ketiga hal hambatan halangan diruntuhkan dan segala janji-janji Tuhan membanjiri kehidupannya!

Kejadian 15:1Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."
Abaraham sampai pada titik dimana sepertinya dia mau menyerah....
15:2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."15:3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku. Yang kita lihat dalam diri Abraham adalah kekuatiran yang melanda hidupnya.Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi jika dari semula ia adalah Bapa orang beriman. Namun hal itu boleh terjadi dalam kehidupan kita; yaitu kuatir.
Yesus mengatakan bahwa dengan menjadi kuatir, tidak akan menambah apa-apa dalam jalan hidup kita. Tidak membuat terpenuhi apa yang kita kuatirkan, apalagi mendapatkan apa yang lebih baik. Justru sebaliknya, kekuatiran hanya akan menambah kesusahan dalam hidup. Akibat dari adalah rasa cemas, gelisah, bingung dan tidak punya tujuan. Tentu hal ini akan mempengaruhi bagaimana kita menjalani hidup. Bisakah Anda bayangkan, hidup seperti apakah yang kita jalani jika kita terus-menerus menguatirkan hal-hal yang sebenarnya belum tentu bahkan tidak akan pernah terjadi? Lalu Yesus mengontraskan kekuatiran manusia itu dengan apa yang Allah lakukan kepada bunga dan rumput di ladang yang sehari saja layu, namun Allah mendandaninya dengan begitu indah, apalagi manusia, ciptaan-Nya yang sangat istimewa. Jadi kekuatiran itu bisa menjadi sebuah sikap menyangkali kemahakuasaan Allah bahkan lebih buruk lagi, menyangkali diri Allah sendiri yang mampu menolong, memelihara dan melindungi, bahkan menentukan jalan hidup kita.

Minggu, 02 Mei 2010

Renungan Minggu Kantate, 02 Mei 2010

Perbuatan Yang Tulus
2 Korintus 4 : 13 – 18

Lahir lebih dari enam puluh tahun yang lalu di Yugoslavia, ia menjawab panggilan Tuhan ketika umurnya masih belasan tahun. Didalam dirinya tedapat suatu tantangan yang besar untuk menjadi missionaris dengan mempersembahkan seluruh hidupnya untuk mengajar di India. Akhirnya, ia mendapat tugas untuk bekerja di Calcutta. Beberapa bulan kemudian, ia menyaksikan sesuatu yang secara radikal telah mengubaj pandangan hidupnya sehingga telah membuat namanya menjadi tenar di seluruh dunia.
Apakah yang ia lihat pada waktu itu ? Seorang tunawisma, wanita yang sedang sekarat, tidur terlentang di dalam sebuah got, sedang tubuhnya digerogoti tikus-tikus. Didorong perasaan iba dan kasih sayang, ia berhasil mendapatkan sebuah bangunan ibadah Hindu dari Pemerintah untuk diubah menjadi rumah sakit bagi mereka yang sudah sekarat.
Pernyataannya merupakan dorongan hidupnya. “Bila ada Allah disurga dan Kristus yang kita kasihi, tidak seharusnya, seseorang mati tanpa seorang pendamping.” Beberapa waktu yang lalu, wanita ini telah berhasil mendirkan pusat rehabilitasi untuk 10.000 penderita penyakit kusta yang tersebar dalam 28 kota.
Malcom Muggeridge dari BBC News telah mewawancarainya dan menan, “Ibu Teresa, aku telah mengamati, bahw ibu serta tim ibu kelihatannya selalu bahagia, apakah hal ini sesuatu yang dibuat-buat ?” wanita itu menjawab, “Oh sama sekali tidak! Tidak ada sesuatu yang dapat membahagiakan anda daripada bila anda dapat menyentuh seseorang dengan kasih sayang saat ia sedang mengalami kepedihan yang amat sangat.”

Saudara-saudara sekalian ketahuilah bahwa pelayanan akan memberikan kepadamu pahala dan kemurahan hati yang tulus akan memberikan kesukaan yang sejati. Semua pekerjaan adalah pelayanan, namun semuanya juga tergnatung motivasi kita dalam melayani, sebab Tuhan mengetahui dari dalam hati kita. Kalu manusia hanya mengetahui yang kelihatan namun Allah memlihat yang tidak kelihatan didalam hati kita. Motivasi baikkah atau buurk dalam kerja pelayanan. Sebagaimana motivasi yang benar oleh karena Roh Iman yang ada dalam hati mereka sehingga murni dan tulus untuk pekerjaan pelayanan yang diemban oleh mereka dari Allah.
Demikian halnya dengan ketulusan hati kita bila dengan rela hati melakukan yang terbaik buat Tuhan pasti akan disertai dan dikuatkan. Walaupun badai dan topan melanda hidup kita, baik cercaan, makian kita hadapi akan tetapi Tuhan akan memberikan kita kekuatan untuk tetap bersuka cita. Sebab sukacita orang percaya adalah kehidupan yang selama-lamanya. Oleh sebab itu orang yang mengetahui jalan dan rancangan indah Allah akan tetap bersukacita menyanyikan lagu yang baharu setiap harinya dan bahkan setiap saat. Bahkan terlebih nama minggu kita adalah Minggu Kantate (Nyanyikannlah nyanyian baru bagi Tuhan; Mazm. 98 : 1). Bukan lagi dengan hanya lagu merdu pujian namun juga dalam perilaku yang tulus untuk memuliakan Tuhan, maka Tuhan memberkati dan berkenan atas kehidupan kita.


Renungan Epistel Minggu Kantate, 02 Mei 2010

Bersaksi Dalam Perlikau
Mazmur 66 : 16 – 20

Seorang anak kecil perempuan yang berumur 5 tahun sangat senang dengan hadiah yang dia terima dari gurunya di sekolah sebab dia memperoleh prestasi dalam perlombaan. Dia sangat senang dan bergegas menceritakan pengalamannya itu kepada orangtuanya. Dan orang tuanya sangat senang anaknya berprestasi. Anaknya itu terus menceritakan hal tersebut kepada saudara-saudaranya dan bahkan juga teman-temannya di lingkungan tetangganya.
Kita juga pasti mengalami hal yang sama bila kita mendapatkan hal yang sangat luar biasa dalam hidup kita. Kia pasti akan menceritakan pengalaman luar biasa itu kepada orang lain. Begitu halnya yang telah kita baca dalam Mazmur 66 ini. Bahwa pemazmur menyampaikan sukacitanya kepada setiap orang yang mendengarkan, juga bagi anda dan kita saat ini yang membaca dan mendengar nas ini. Bahwa pengalaman Pemazmur bersama Tuhan yang sungguh luar biasa, bahkan masih dia ingat pengalaman dan cerita-cerita nenek moyangnya Bangsa Israel yang telah diselamatkan oleh Allah. Ketika Bangsa Israel melalui Laut Merah yang terbelah dua, mereka sungguh bersukacita dapat melaluinya yang dipimpin oleh Musa. Dan setelah mereka sampai ke seberang musuh mereka para serdadu Mesir tidak dapat melaluinya karena Allah menyatukan air itu kembali dan para serdadu Mesir mati tenggelam.

Saudara-saudara begitu hebatnya Allah menyertai bangsaNya, kita juga bangsa pilihan Tuhan saat ini yang percaya pada penebusan Yesus Kristus. Kita dapat bersaksi atas kebesaran Tuhan didalam hidup kita pada zaman yang semakin canggih ini. Orang yang mampu bersaksi adalah orang Yang Memelihara hubungannya dengan Tuhan setiap saat dan setiap waktu dan bukan setiap hari. Hubungan dengan Tuhan yang harmonis dapat kita lihat dari beberapa hal yakni:
1. Doa. Doa merupakan alat kita untuk mencurahkan seluruh hati dan persaaan kita kepada Tuhan. Apa yang kita mau, dan kita inginkan dalam kehidupan serta masa depan kita. Orang yang memelihara hubungan baik dengan Tuhan, dia akan selalu mengingat didalam dia dan permohonan. Sebab hanya sejauh doa saja kita dapat berbicara kepada Allah Bapa yang di Sorga. Kita umat percaya diingatkan untuk tetap memelihara hidup yang penuh doa setiap saat dan setiap waktu. Sebab doa juga merupakan nafas kehidupan umat Kristen. Berarti dengan doa, umat percaya menggantungkan seluruh harapan, cita-cita dan kehidupannya didalam Tuhan. Marilah umat percaya agar selalu mengingat berdoa kepada Tuhan sebab itulah jalan kita mengadu padaNya.
2. Membaca Firman Allah. Pada zaman sekarang ini orang lebih tertarik membaca dan melihat yang menarik hati, bahkan berita-berita dunia ini yangmenghebohkan. Bahkan berita-berita tersebut bisa membuat kita terlena. Yang sungguh mengherankan ada pengakuan seorang jemaat yang mengatakan bahwa ia mampu berjam-jam untuk membaca koran, namun kalo giliran untuk membaca Alkitab ia akan segera mengantuk. Tentunya tidak heran sungguh berbedalah antara perkataan manusia dan perkataan Allah dalam Alkitab; bahw akita tidak dapat membaca Alkitab dengan cara kita membaca koran. Sebab Firman Tuhan itu susah dimengerti bila dengan pemikiran kita sendiri. Bahwa dengan membaca Firman Tuhan haruslah lebih dahulu kita memohon bimbingan Tuhan didalam doa, agar Tuhan menyingkapkan rahasia firmanNya agar dimengerti dan dipahami, bahkan kita akan menyukai firman Tuhan dengan mau membacanya berjam-jam. Dan darisanalah kita dimampukan untuk meyakini kuasa Allah dari pengalaman tokoh-tokoh dalam Alkitab.
3. Menuruti Dan Melakukan Firman Allah. Kita umat percaya tidak cukup hanya membaca dan memahami firman Tuhan tanpa melakukannya. Tidak hanya memahami firman Tuhan dengan mengimaninya tanpa melakukannya. Itu sebabnya firman Tuhan berkata: “ Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia (mati)” Yakobus 2 : 17-22. tentunya hal ini mengingatkan kita pada cita-cita kita kalo tanpa kita mulai untuk mewujudkannya maka hal itu akan tinggal angan-angan semata.
Dengan memahami dan mengalami hubungan yang dekat dengan Tuhan maka setiap orang percaya tetap yakin akan kuasaNya. Ketika peroalan mendera ketika penderitaan menerpa kita namun kita tetap bersukacita dalam pujuian dan syukur kepada Tuhan. Sehingga kita bukan orang yang gampang diombang-ambingkan oleh gelombang zaman ini, namun kita telah dimerdekakan dalam kuasa penebusan Kristus yang membuat kita semakin kokoh dan teguh didalam iman pengharapan kepada Yesus Kristus. Minggu ini adalah Minggu Kantate: Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan ( Maz. 98: 1). Dengan melakukan hal-hal baru dalam hidup adalah wujud dari kita mau menyanyikan nyanyian baru. Bukan lagi dalam artian dengan menggubah lagu semata, bukan menyanyikannya dalam liturgi ibadah saja. Namun lebih dalam adalah dari setiap perilaku dan perbuatan kita yang selalu baharu sebab hati yang dipenuhi pengharapan dan sukacita.

Renungan Hari Sabtu, 1 Mei 2010

Karya Allah
Efesus 1 : 3
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
Apa yang membuat anda terpuji ditempat kerja ? Apa yang membuat anda dikenal dan dikenang ? semuanya adalah sebab kita berbuat sesuatu yang mengagumkan hati mereka. Kalu kita melihat para pesohormuda dan artis, dan tokoh terkenal didunia mereka dikagumi ole karena prestasi dan dedikasi juga karena penampilan mereka yang menawan hati setiap orang yang melihat dan mendengar suaranya serta dalam karya-karyanya. Yang membuat kita terpuji karena prestasi kerja kita tentunya, baik itu juga melalui karya-karya kita yang dikagumi orang lain.
Demikian halnya terlebih Allah layak kita puji dan sembah oleh karena Dia sungguh luar biasa. Allah telah menciptakan kita dengan segala ciiptaan lainnya. Namun kita manusia lebih diberikan tempat yang lebih istimewa untuk menguasai bumi ini dan ciptaan lainnya. Bahkan lebih dari sukacita dunia ini yang telah kita peroleh. Allah bukan hanya menciptakan ciptaanNya, Allah tidak membiarkan kita hidup sendiri didalam dunia ini namun Allah tetap menyertai kehiduupan kita. Apa yang kita butuh dan perlukan, Dia sediakan dan perlengkapi.

Bahkan lebih dari itu, berkat rohani terlebih; yaitu keselamatn hidup kita, setelah kita kita manusia berdosa tidak punya harapan namun Dia buat menjadi memiliki harapan didalam penebusan AnakNya Yesus Kristus. Kita dimenangkan dalam kemenangan Kristus. Hal yang sungguh diluar dugaan manusia sebelumnya. Patutlah kita puji Allah dan karya-karyaNya yang sunguh mengagumkan dari segala kekaguman manusia pada dunia ini. Berkat rohani dalam sorga adalah tujuan setiap orang percaya. Allah menyediakannya asal kita mau yakin dan percaya akan penyertaanNya. Amin

Jamita Evangelium XV Dung Trinitatis, 13 September 2026

DEBATA PATUPA HALONGANGAN TU BANGSONA (Tuhan Melakukan Perbuatan Besar Bagi Umat-Nya) 2 Musa 14 : 19 - 31   1. Huria ni Tuhanta na ...